Page 46 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 NOVEMBER 2019
P. 46
Untuk jangka pendek, kata Menaker, menekankkan adanya pelatihan vokasi triple
skilling yang mampu berperan sentral karena dampaknya yang relatif lebih cepat
bisa dirasakan oleh masyarakat dibanding pendidikan vokasi.
Kebijakan pelatihan vokasi triple skilling berfokus pada tiga sasaran utama, yakni
skilling bagi penganggur, khususnya penganggur muda agar siap kerja, Re-skilling
bagi pekerja ter-PHK, sebagai safety net tenaga kerja. Dan Up-skilling bahi pekerja,
khususnya untuk UKM lokal dan industri pionir/terdepan (frontier), untuk
meningkatkan daya saing nasional.
Untuk menjalankan program triple skilling, telah terdapat 305 BLK, 1.025 BLK
Komunitas, 5.020 LPKS, 109 Lembaga Pelatihan K/L lain, 1.799 TC Industri yang
berpotensi mampu melatih sebanyak 5.366.525 peserta per tahun. Selain itu
terdapat 1.556 LSP untuk mensertifikasi 4.873.200 asesi per tahun.
"Sedangkan untuk menjaga kualitas lulusan pelatihan dilakukan melalui proses
sertifikasi (quality control) dan akreditasi lembaga dan program (quality assurance),"
katanya.
Page 45 of 127.

