Page 110 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 110
sekolah menengah kejuruan (SMK). Artinya, lulusan SMK menjadi angkatan kerja yang paling
banyak menganggur daripada lulusan-lulusan lainnya.
Hal ini menjadi suatu kemirisan karena pelajar SMK sendiri dididik untuk siap kerja begitu lulus.
Namun faktanya, lulusan SMK yang paling banyak menganggur.
Berikut 3 fakta terkini mengenai temuan 6,8 juta pengangguran yang ada di Indonesia.
1. Lulusan SMK paling banyak menganggur Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan
(Kabarenbang) Kemnaker Tri Retno Isnaningsih menyebutkan bahwa tingkat pengangguran
terbuka di Indonesia sebesar 8,49%.
"TPT-nya ada yang paling tinggi adalah pada level SMK karena di situ ada 8,49%. Ini juga suatu
permasalahan khusus di mana SMK ternyata malah menduduki peringkat yang paling tinggi
untuk TPT-nya di Indonesia," kata dia dalam Webinar yang disiarkan di saluran YouTube
Kementerian Ketenagakerjaan, Selasa (14/7/2020).
2. Lulusan SD paling sedikit yang menganggur TPT terbesar kedua disumbangkan oleh lulusan
sekolah menengah atas (SMA) 6,77%. Kemudian disusul Diploma I-III 6,76%, universitas
5,73%, dan sekolah menengah pertama (SMP) 5,02%.
Sementara TPT untuk lulusan sekolah dasar (SD) justru yang paling kecil, yakni 2,64%. Artinya
lulusan SD yang paling sedikit menganggur dari jumlah angkatan kerja lulusan SD yang ada di
Indonesia.
Lanjut ke halaman berikutnya 3. Penduduk bekerja didominasi lulusan SD Dari 199 juta
penduduk usia kerja, jumlah penduduk yang bekerja 131 juta. yang jadi angkatan kerja 137,9
juta, yang bukan angkatan kerja 61,4 juta Dari jumlah penduduk yang bekerja itu, ternyata
didominasi oleh lulusan SD yaitu 38,89%. Kemudian disusul oleh lulusan SMA 18,34%, SMP
17,93%, SMK 11,82%, universitas 10,23%, dan diploma I-III 2,79%. Total penduduk bekerja
adalah 132,03 juta orang.
"Dari unsur pendidikannya mayoritas dari tenaga kerja ini adalah SD, ada sebanyak 38,89%,"
kata Tri.
(eds/ang)
109

