Page 20 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 20

sepenuhnya  diatasi  dengan  revisi  peraturan.  Penyelenggaraan  gelombang  IV  dikhawatirkan
              masih dibayangi persoalan yang sama.


              Ketua  Tim  Pelaksana  Komite  Cipta  Kerja  Rudy  Salahuddin,  Selasa  (14/7/2020),  berharap
              pendaftaran bisa dibuka lagi pada pekan keempat bulan ini.




              PENYELENGGARAAN GELOMBANG IV DIBAYANGI PERSOALAN

              Setelah  tertunda  hampir  dua  bulan,  pendaftaran  program  Kartu  Pra-kerja  akan  dibuka  lagi.
              Namun,  sejumlah  persoalan  yang  sejak  awal  membayangi  program  ini  dinilai  belum  dapat
              sepenuhnya  diatasi  dengan  revisi  peraturan.  Penyelenggaraan  gelombang  IV  dikhawatirkan
              masih dibayangi persoalan yang sama.


              Ketua  Tim  Pelaksana  Komite  Cipta  Kerja  Rudy  Salahuddin,  Selasa  (14/7/2020),  berharap
              pendaftaran bisa dibuka lagi pada pekan keempat bulan ini.

              Saat ini pemerintah tengah menunggu hasil pemeriksaan pelaksanaan gelombang I-III oleh
              Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

              "Ada beberapa lembaga pelatihan yang sedang diverifikasi BPKP. Kami berharap bisa selesai
              minggu ini, bersamaan dengan aturan pelaksanaan secara paralel, sehingga minggu keempat
              (bulan Juli) ini bisa dibuka," kata Rudy.

              Program  Kartu  Prakerja  gelombang  IV  akan  diprioritaskan  bagi pekerja  terdampak  pandemi
              Covid-19 yang tercatat di data Kementerian Ketenagakerjaan. Saat ini tercatat 1,7 juta pekerja
              terdampak  pandemi,  tetapi  baru  143.000  orang  yang  menerima  Kartu  Prakerja.  Jumlah  itu
              bagian dari 680.000 peserta program.


              Sejak dimulai 11 April 2020, sejumlah persoalan membayangi penyelenggaraan program Kartu
              Prakerja.  Ini  membuat  pemerintah  merevisi  sejumlah  regulasi,  seperti  Peraturan  Presiden
              (Perpres) Nomor 76 Tahun 2020 tentang

              Perubahan atas Perpres No 36/2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja melalui Program
              Kartu Prakerja yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 7 Juli 2020.

              Aturan  itu  memuat  11  poin  perubahan  dari  perpres  sebelumnya.  Kementerian  Koordinator
              Perekonomian juga menyusun regulasi terkait.

              Namun, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri
              Hartati  berpendapat,  revisi  peraturan  itu  tidak  signifikan  menjawab  persoalan.  "Aturannya
              memang harus direvisi. Persoalannya, program ini sudah berjalan sampai tiga gelombang, tetapi
              perubahan yang dilakukan juga tidak terlalu signifikan," ujarnya.


              Masalah  yang  berulang  disorot  antara  lain  kemitraan  dengan  perusahaan  platform  digital
              sebagai  penyedia  pasar  (marketplace)  tanpa  mekanisme  pengadaan  barang  dan  jasa
              pemerintah. Problem ini dijawab lewat Pasal 31A Perpres No 76/2020 yang menyebut pemberian
              dan pelaksanaan manfaat serta pemilihan platform digital tidak termasuk lingkup pengaturan




                                                           19
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25