Page 21 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 21

pengadaan barang/jasa pemerintah, tetapi tetap memperhatikan tujuan, prinsip, dan etika yang
              berkaitan.


              Indonesia  Corruption  Watch  (ICW)  menilai  aturan  itu  cenderung  melanggengkan  praktik
              pemilihan platform  digital  tanpa  mekanisme  sebagaimana  diatur dalam Perpres  No  16/2018
              tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Menurut peneliti ICW, Wana Alamsyah, perpres
              hasil revisi ini berpotensi memunculkan persoalan baru.

              Enny  menambahkan,  perpres  baru  terkesan  menimpakan  kesalahan  kepada  peserta.  Dalam
              Pasal 31C, peserta yang tidak memenuhi ketentuan persyaratan, tetapi telah menerima bantuan
              biaya  pelatihan  dan  insentif,  wajib  mengembalikan  uang  kepada  negara.  Jika  peserta  tidak
              mengembalikan uang negara dalam 60 hari, manajemen pelaksana dapat mengajukan gugatan
              ganti rugi. "Persoalannya, kenapa waktu verifikasi, orang itu bisa lolos? Berarti masalahnya ada
              di sistem seleksi yang tidak beres. Lantas, kenapa yang dikenai sanksi mengembalikan uang
              hanya masyarakat?" ujarnya.

              Anggaran program Kartu Prakerja disalurkan kepada lembaga pelatihan sebagai biaya pelatihan
              serta  kepada  peserta  sebagai  biaya  insentif.  Namun,  perpres  baru  tidak  mengatur
              pertanggungjawaban  biaya  pelatihan  yang  diberikan  kepada  lembaga  pelatihan  dan  ikut
              diterima platform digital melalui pungutan komisi.

              Menurut Sekretaris Menteri Koordinator Perekonomian Susiwijono, perpres hasil revisi sudah
              menampung  masukan  dan  rekomendasi  banyak  pihak,  termasuk  Komisi  Pemberantasan
              Korupsi, Kejaksaan Agung, BPKP, kepolisian, dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa
              Pemerintah.

              Beberapa  lembaga  itu kini  dimasukkan  dalam  Komite  Cipta  Kerja  yang dikoordinasikan  oleh
              Kementerian Koordinator Perekonomian. "Kami ingin menjamin program ini tetap bisa berjalan
              dengan tetap menjaga aspek akuntabilitas dan tata kelola program," kata Susi.


              Terkait kewajiban pengembalian uang dan tuntutan ganti rugi kepada peserta, Staf Ahli Bidang
              Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kementerian Koordinator Perekonomian
              Elen Setiadi mengatakan, pengenaan sanksi baru diberlakukan untuk peserta gelombang IV.

              Pasal  itu  dimunculkan  sebagai  langkah  preventif  agar  penyaluran  program  tepat  sasaran,
              sekaligus langkah korektif berupa tuntutan hukum. "Pengaturan itu sifatnya prospektif ke depan,
              tidak boleh berlaku mundur," ujarnya. (AGE)





















                                                           20
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26