Page 24 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 24

BERDAYAKAN UMKM DI TENGAH PANDEMI


              Produksi Hand sanitizer dan kuliner siap saji menjadi salah satu usaha menjanjikan di tengah
              pandemi Covid-19. Penyediaan kebutuhan pokok tersebut menjadi potensi bagi pelaku UMKM
              untuk memenuhi permintaan masyarakat.

              Pemerintah  Kota  Cimahi  bekerja  sama  dengan  Balai  Latihan  Kerja  (BLK)  Kementerian
              Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Jawa Barat serta Balai Latihan Kerja
              (BLK) Lembang memberikan pelatihan pembuatan Hand sanitizer dan memasak bagi pelaku
              usaha yang terdampak pandemi. Pelatihan dilaksanakan di Cimahi Techno Park, Jalan Raya
              Baros, Kota Cimahi, yang dibuka Selasa (14/7/2020).

              "Hand sanitizer ini jadi salah satu kebutuhan pokok sekarang, berarti kebutuhan pasarnya ada.
              Yang penting dikemas dengan baik dan bisa dijual secara online. Begitupun bisnis makanan
              harus bisa dikemas dengan baik karena merupakan kebutuhan pokok," ujar Wali Kota Cimahi
              Ajay M Priatna didampingi Kepala Disnaker Kota Cimahi Heriy Zaini.

              Ajay mengaku, di tengah pandemi banyak sektor usaha yang terkena dampak. "Masyarakat
              Cimahi banyak penjual jasa dan kerja di pabrik sehingga dengan adanya pandemi ini sangat
              terdampak.  Seperti  dengan  kegiatan  ini,  bagaimana  memberi  tambahan  pengetahuan,
              keterampilan, kreativitas mencari peluang," katanya.

              Pandemi berdampak terhadap sektor usaha di Kota Cimahi yang berimbas pada meningkatnya
              jumlah  pengangguran.  Berdasarkan  data  Disnaker  Kota  Cimahi,  hingga  2019  angka
              pengangguran tercatat 23.584 orang atau sekitar 8 persen dari total penduduk Kota Cimahi
              yang mencapai 553.755 jiwa. Tercatat 147 orang dari 12 perusahaan yang terkena pemutusan
              hubungan kerja (PHK) hingga menjadi pengangguran baru dan 984 orang yang dirumahkan dari
              17 perusahaan.

              Kepala  Disnakertrans  Jawa  Barat,  Rachmat  Taufik  Garsadi  menjelaskan,  adanya  dampak
              pandemi Covid-19 di Jawa Barat banyak yang terdampak dari 21,9 juta jiwa pekerja.

              "Lebih dari 200.000 yang terkena PHK, itu yang formal. Bagaimana yang informal, itu mungkin
              akan lebih besar lagi. Begitu juga dengan penutupan kegiatan ekonomi termasuk juga usaha
              katering, tidak ada pesanan, pariwisata ditutup, ini dampaknya akan sangat berat," ujarnya.
              (Ririn NF)##*

              caption - RRIN NF/-PR'

              WALI Kota Cimahi Ajay M Priatna (kanan) memasangkan baju kepada peserta pada pembukaan
              pelatihan bagi pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19 di Cimahi Techno Park, Jalan
              Raya Baros, Selasa (14/7/2020) *












                                                           23
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29