Page 208 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 208

webinar  bertajuk  "Eksistensi  Rencana  Tenaga  Kerja  Dalam  Pelaksanaan  Pembangunan
              Ketenagakerjaan Yang Berkelanjutan".

              "Dengan  adanya  industri  4.0  ini  akan  berakibat  pada  60%  pekerjaan  di  dunia  akan
              menggunakan otomasi. Dari 60% ini, sebesar 30% pekerjaan di dunia akan digantikan oleh
              mesin-mesin  canggih,"  kata  Kepala  Badan  Perencanaan  dan  Pengembangan  (Kabarenbang)
              Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  Tri  Retno  Isnaningsih  di  Jakarta,  Selasa
              (14/7/2020).
              Kendati demikian, diprediksi juga akan muncul peluang 26 juta pekerjaan baru yang tercipta
              dengan bangkitnya perdagangan elektronik atau online pada 2022. Untuk menangkap peluang
              kerja tersebut, butuh persiapan seperti hard skill dan soft skill.

              "Kita harus paham di sini ada dua hal penting yang diperlukan oleh sumber daya manusia (SDM),
              yaitu SDM yang skill-nya mempunyai kapasitas di bidang pemecahan masalah, berpikir kritis,
              kreativitas, manajemen SDM, kemampuan berkoordinasi, kemampuan emosional, pengambilan
              keputusan, berorientasi pelayanan, negosiasi, berpikir cepat dan adaptif," papar Retno.

              Lanjut ia mengatakan, untuk hard skill yang harus dimiliki adalah kompetensi di bidang teknologi
              informasi dan matematika, arsitek, insinyur, dokter. Peluang kerja di masa depan yang dapat
              ditangkap  dengan  kemampuan  di  atas  adalah  pekerjaan  yang  berorientasi  pada  teknologi
              informasi, kesehatan, profesional, kreatif atau seni, pengajar, konstruksi dan manajer.
              "Ini semua juga pastinya memerlukan pelatihan yang tepat untuk meningkatkan kompetensinya,
              di mana ini menjadi tanggung jawab kita bersama, baik dari pemerintah maupun dari swasta,
              dan dari masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dalam menghadapi industri 4.0," pungkas
              Retno. (akr).










































                                                           207
   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213