Page 211 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 211

Eko  Listiyanto  menyebut,  keahlian  yang  diperlukan  usai  pandemi  perlu  dipikirkan  dengan
              matang.

              Sorotan  lain  datang  dari  Komisi  Pemberantasan  Korupsi  (KPK)  yang  menemukan  sejumlah
              kejanggalan dalam pelaksanaan  Kartu Pra Kerja  .

              KPK dalam kajiannya menilai, metode pelatihan yang berlangsung secara daring dan satu arah
              tidaklah efektif.

              Selain itu, metode pelaksanaan tersebut juga berpotensi fiktif dan merugikan keuangan negara.

              "Metode  pelaksanaan  program  secara  daring  berpotensi  fiktif,  tidak  efektif,  dan  merugikan
              keuangan  negara,  karena  metode  pelatihannya  hanya  satu  arah,"  kata  Wakil  Ketua  KPK
              Alexander Marwata dalam video yang diunggah kanal  YouTube Kompastv  , Jumat (19/6/2020).

              Pelaksanaan    Kartu  Pra  Kerja    pun  dinilai  tidak  memiliki  mekanisme  pengendalian  atas
              penyelesaian pelatihan yang sesungguhnya oleh peserta.

              Terlihat  dari  bagaimana  lembaga  pelatihan  sudah  menerbitkan  sertifikat  meskipun  peserta
              belum menyelesaikan keseluruhan pelatihan yang telah dipilih.
              Peserta  pun  sudah  mendapatkan  insentif  padahal  belum  menyelesaikan  seluruh  proses
              pelatihan.

              "Sehingga negara tetap membayar pelatihan yang tidak diikuti oleh peserta," ujar Alexander
              Marwata.

              Selanjutnya KPK juga menyoroti kerjasama antara  Kartu Pra Kerja  dengan delapan platform
              digital.

              Menurut  KPK,  kerjasama  tersebut  tidak  melalui  mekanisme  pengadaan  barang  dan  jasa
              pemerintah.

              (Tribunnews.com/Rica Agustina).


































                                                           210
   206   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216