Page 235 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 235

Judul              Buruh Yogya: RUU Ciptaker Lebih Buruk dari Zaman Kolonial
                 Nama Media         cnnindonesia.com

                 Newstrend          Omnibus Law
                 Halaman/URL        https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200714103704-20-
                                    524386/buruh-yogya-ruu-ciptaker-lebih-buruk-dari-zaman-kolonial
                 Jurnalis           redaksi
                 Tanggal            2020-07-14 10:37:00
                 Ukuran             0

                 Warna              Warna
                 AD Value           Rp 17.500.000
                 News Value         Rp 52.500.000
                 Kategori           Dirjen PHI & Jamsos
                 Layanan            Korporasi
                 Sentimen           Negatif

              Narasumber

              negative  - Erlangga  (Staf  departemen  pendidikan  dan  propaganda  Dewan  Pimpinan  Daerah
              (DPD) Gabungan Serikat Buruh Indonesia) UU ini nantinya akan jauh lebih buruk dari UU di
              zaman Kolonial

              positive  -  Erlangga  (Staf  departemen  pendidikan  dan  propaganda  Dewan  Pimpinan  Daerah
              (DPD)  Gabungan  Serikat  Buruh  Indonesia)  RUU  ini  akan  melanggengkan  kondisi  krisis,
              memudahkan investasi, namun menaruh rakyat di bawah ancaman bencana

              negative - Irsad Ade Irawan (Juru Bicara Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY) Omnibus
              Law  Cipta  Kerja  sangat  berpotensi  menjadi  penghambat  utama  bagi  pemenuhan  hak  -  hak
              ekonomi, sosial, dan budaya rakyat Indonesia

              Ringkasan

              Sejumlah elemen  buruh  yang tergabung dalam sejumlah serikat buruh di Daerah Istimewa
              Yogyakarta (DIY) berencana menggelar aksi tolak Omnibus Law Rancangan Undang-Undang
              (RUU)  Cipta Kerja  yang akan disahkan menjadi Undang-Undang, pada 16 Juli 2020.


              BURUH YOGYA: RUU CIPTAKER LEBIH BURUK DARI ZAMAN KOLONIAL
              Jakarta -  Sejumlah elemen  buruh  yang tergabung dalam sejumlah serikat buruh di Daerah
              Istimewa Yogyakarta (DIY) berencana menggelar aksi tolak Omnibus Law Rancangan Undang-
              Undang (RUU)  Cipta Kerja  yang akan disahkan menjadi Undang-Undang, pada 16 Juli 2020.

              Staf departemen pendidikan dan propaganda Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gabungan Serikat
              Buruh Indonesia (GSBI) DIY, Erlangga menegaskan pihaknya bersama Front Perjuangan Rakyat
              (FPR) Yogyakarta siap turun ke jalan jika DPR RI dan pemerintah tetap ngotot mengesahkan
              RUU tersebut.
              Erlangga  berpandangan bahwa  Omnibus  Law  RUU  Cipta  Kerja  ini  jika  disahkan  justru  akan
              menjadi UU yang menyerahkan tanah air Indonesis ke pihak asing. Negeri ini bisa kehilangan
              kedaulatan sehingga sangat merugikan seluruh rakyat.

              Pihaknya  mencontohkan,  isi  RUU  bagian  keempat  soal  Pertanahan.  Pasal  127  akan
              memperpanjang jangka waktu hak pengelolaan tanah alias Hak Guna Usaha (HGU) menjadi 90

                                                           234
   230   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240