Page 236 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 236

tahun. Padahal dalam UU Pokok Agraria yang lahir pada 1960, batasan HGU maksimal 25-35
              tahun.

              "UU  ini  nantinya  akan  jauh  lebih  buruk  dari  UU  di  zaman  Kolonial,"  kata  Erlangga  kepada
              CNNIndonesia.com  , Selasa (14/7).

              Dalam  Klaster  Ketenagakerjaan,  lanjut  Erlangga,  RUU  Cipta  Kerja  akan  mengurangi,
              menghilangkan hak, dan kesejahteraan buruh. Bahkan RUU tersebut juga akan menghilangkan
              aspek  perlindungan  bagi  buruh,  serta  menghilangkan  aspek  pidana  bagi  pengusaha  yang
              melanggar.

              Demi investasi asing, kata dia, sistem pengupahan yang diajukan semakin memperlihatkan sikap
              pemerintahan Jokowi yang mempertahankan politik upah murah dan memperparah perampasan
              upah  buruh.  Sekaligus, memperlihatkan  komitmen  buruk  pemerintah  terhadap  perlindungan
              buruh, petani, masyarakat adat, lingkunggan dan kedaulatan bangsa.

              "RUU ini akan melanggengkan kondisi krisis, memudahkan investasi, namun menaruh rakyat di
              bawah ancaman bencana," ucapnya.

              Juru Bicara Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY, Irsad Ade Irawan juga menyatakan
              siap menggelar aksi unjuk rasa, pada 16 Juli 2020 untuk membatalkan pengesahan Omnibus
              Law RUU Cipta Kerja  Selain itu, MPBI DIY mempertimbangkan untuk menggugat melalui Judicial
              Review. Menurutnya, secara keseluruhan, pasal - pasal di dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja
              bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, serta rasa keadilan, dan kemanusiaan.

              "Omnibus Law Cipta Kerja sangat berpotensi menjadi penghambat utama bagi pemenuhan hak
              - hak ekonomi, sosial, dan budaya rakyat Indonesia," tegas Irsad dalam konferensi pers MPBI
              di Yogyakarta, 13 Juli 2020.

              Pelibatan buruh melalui pembentukan Tim Teknis Cluster Ketenagakerjaan di akhir jelang Rapat
              Paripurna, anggap Irsad, hanya sebagai akal-akalan pemerintah dan DPR RI agar seolah-olah
              unsur pekerja atau buruh sudah terlibat dalam penyusunan Omnibus Law  RUU Cipta Kerja.
              (sut/ain).


































                                                           235
   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241