Page 241 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 241

"Dari sisi pekerja, saya melihat justru banyak peluang yang tercipta dari adanya RUU Cipta
              Kerja. Banyak sekali stimulus untuk siapapun yang ingin memulai wirausaha. Peluang ini penting
              bagi para pekerja kalau memang ingin mencari solusi jika menilai keberlangsungan perusahaan
              terancam di tengah pandemi ini," kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Pasundan
              Eki Baihaki dalam diskusi virtual bertajuk RUU Cipta Kerja Kepastian Kerja dan Investasi, Jumat
              (10/7).

              Eki menilai pekerja harusnya memang melihat peluang dan opsi lain di tengah ketidakpastian
              iklim ekonomi yang terjadi. RUU Cipta Kerja yang jelas memiliki fokus untuk pemberdayaan,
              perlindungan  UMKM,  dan  kemudahan  berusaha,  harusnya  bisa  menjadi  jalan  keluar  supaya
              pekerja juga bisa lepas dari ketergantungan terhadap perusahaan.


              "Kalau hanya menggantungkan diri pada perusahaan, ini contoh pekerja yang menurut saya
              tidak merdeka. RUU Cipta Kerja ini memberikan opportunity yang luas kok, jadi pekerja memang
              perlu melihat peluang yang muncul dan memanfaatkannya," kata Eki.

              Ekosistem  ketenagakerjaan  yang  diatur  dalam  RUU  Cipta  Kerja,  juga  menjamin  fleksibilitas
              untuk investor lebih mudah masuk dan membuka lapangan kerja lebih masif. Hal ini sangat
              krusial  untuk  dilakukan  karena  Indonesia  saat  ini  menghadapi  tantangan  bonus  demografi
              pekerja.

              "RUU  Cipta  Kerja  jika  nantinya  disahkan  punya  fleksibilitas  untuk  mempertahankan,
              memperbaiki, dan bahkan menghapus norma lama serta menciptakan norma baru yang lebih
              ramah  investasi.  Ini  sangat  penting  untuk  segera  dilakukan  di  Indonesia,"  kata  pengamat
              administrasi publik Universitas Padjadjaran Muhammad Rizal.

              Menurutnya, Indonesia saat ini sudah cukup ketinggalan dari berbagai negara tujuan investasi.
              Upaya menarik kembali investor ini bahkan akan semakin sulit setelah adanya Covid-19. "Kalau
              kita  tidak  mampu  memberikan  regulasi  yang  kompetitif  dan  menarik  buat  investor,  sangat
              mungkin terjadi relokasi bisnis besar-besaran ke wilayah yang lebih kompetitif. Kalau masih di
              Indonesia ya mungkin masih oke, tapi kalau ke luar dari Indonesia kan tidak bagus juga," kata
              Rizal. (Rit).


































                                                           240
   236   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246