Page 238 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 238
BURUH KORBAN PHK BAKAL DIBERI PELATIHAN
Pemerintah Kota Tangerang mencari solusi agar buruh korban PHK terdampak Covid-19 agar
tidak menganggur serta merta. Salah satunya adalah bakal memberi memberi mereka pelatihan.
Program ini merupakan kerjasama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat dengan BPJS
Ketenagakerjaan.
Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial pada Disnaker Kota Tangerang, Asep Rahmat
mengatakan program pelatihan kerja ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi serta
meningkatkan kemampuan para pekerja, terutama mereka yang terkena dampak pandemi
Covid-19.
"Kami berupaya agar program ini dapat segera terlaksana. Buat pelatihannya sendiri waktunya
bervariasi antara 3-6 bulan tergantung skill yang dipilih oleh pekerja" katanya menjelaskan.
Menurutnya, program tersebut bakal segera berjalan. Saat ini, program yang merupakan usulan
BPJS Ketenagakerjaan itu masih dalam pembahasan, khususnya terkait mekanisme dan
aturannya. "Saat ini kami tengah menjajaki kerjasama dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan
untuk program pelatihan dan upgrade skill tersebut," tandasnya.
Selain Disnaker, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM)
Kota Tangerang juga sudah melalukan pelatihan kewirausahaan bagi 50 karyawan PT Amcor
Flexible Indonesia yang mengalami "pensiun dini" karena dampak dari Covid-19.
Kepala Bidang UMKM pada Disperindagkop UKM Kota Tangerang, Ka-trin Iswandari di
Tangerang mengatakan, pelatihan dimaksudkan agar karyawan tetap produktif dan memiliki
pendapatan setelah mengalami kondisi "pensiun dini"
"Kita membantu memberikan koneksi dan peluang usaha yang bisa dilakukan karyawan saat
kondisi saat ini sehingga tetap memiliki pendapatan," ujarnya. Diakuinya, pandemi corona telah
berdampak pada seluruh sektor usaha dan jasa. Termasuk juga sektor UMKM yang terkena
imbasnya. Namun, ada peluang dari usaha di sektor UMKM di tengah pelaksanaan PSBB.
UMKM mempunyai potensi besar untuk maju dan berkembang serta berkontribusi dalam
mengurangi pengangguran. Sebab, UMKM dapat menyerap banyak tenaga kerja. Pelaku UMKM
dapat memanfaatkan teknologi dalam pemasaran produk sehingga tetap eksis dan
berkelanjutan. Meski diakuinya, UMKM kerap alami kendala dalam beradaptasi dengan teknologi
yang berkembang pesat.
"Kehadiran pemerintah adalah untuk membantu mengatasi kendala tersebut dan memberikan
kemudahan agar masyarakat dapat masuk dalam industri UKM," ujarnya.
Untuk masa normal baru, U KM dapat melihat peluang yang besar karena perubahan perilaku
konsumen saat ini. Sebab warga kini memilih belanja melalui jalur online dibandingkan offline.
"Pada masa saat ini, perilaku belanja mengarah kepada online dan ini peluang besar,"ujarnya.
(BNN/RUL)
237

