Page 276 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 276

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Purbasari menegaskan,
              kartu prakerja belum menimbulkan kerugian negara.

              "Seperti yang diungkapkan bapak Ketua KPK (Firli Bahuri) di depan DPR RI akhir Juni lalu," jelas
              Denni.

              Dia  ingin  program  kartu  prakerja  beres,  bersih,  dan  dapat  segera  dimulai  kembali.  Dosen
              ekonomi-ka dan bisnis Universitas Gadjah Mada itu memaparkan, hingga saat ini sudah ada495
              ribu  peserta  yang  menyelesaikan  pelatihan.  476  ribu  peserta  di  antaranya  sudah  menerima
              insentif. Denni meminta para peserta yang sudah mengikuti pelatihan, namun belum menerima
              insentif harap memastikan sudah memberikan rating dan ulasan. Selain itu, nomor handphone,
              rekening, dan nomor induk kependudukan (NEK) aktif dan sama seperti yang didaftarkan.

              "Bagi pengguna dompet digital, harap sudah di-upgrade. Jadi sabar saja, karena PMO akan
              terus melakukan perbaikan dalam sistem informasi untuk melayani masyarakat," jelasnya.

              Ekonom Indef Bhima Yudhisti-ra memandang, dengan tetap dijalankannya program pelatihan
              di tengah pro kontra yang terjadi, ada beberapa hal yang harus dicermati. Pertama, lebih baik
              program kartu prakerja dihentikan dulu. Kedua, bentuk pelatihan sebaiknya yang diatur dalam
              Perpres harusnya lebih didominasi dengan pelatihan yang berbasis Balai Latihan Kerja (BLK).

              "Itu  lebih  efektif,  karena  skill-nya  lebih  banyak  terserap  ke  dunia  usaha  dan  industri
              dibandingkan jika pelatihan dengan platform digital," tuturnya.

              Selain itu, Bhima menyebut revisi Perpres selanjutnya juga semestinya berkaitan dengan posisi
              PMO  yang  harusnya  di  bawah  kementerian  teknis  yakni  Kemenaker,  bukan  Kemenko
              Perekonomian. "Karena ini sudah bermasalah secara kelembagaan," jelas Bhima. (dee/han/ted)











































                                                           275
   271   272   273   274   275   276   277   278   279   280   281