Page 30 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 30
TOLAK TKA CHINA, MASSA BLOKADE LAGI JALAN BANDARA HALUOLEO
Ratusan orang kembali menolak kedatangan tahap ketiga tenaga kerja asing atau TKA China di
Sulawesi Tenggara, Selasa (14/7/2020) malam. Massa memblokade jalan keluar Bandara
Haluoleo, Kendari, seiring muncul informasi kedatangan ratusan pekerja asing itu.
Massa dari berbagai elemen di Sulawesi Tenggara ini kembali turun ke jalan karena ada
informasi akan datang ratusan pekerja dari total 500 TKA China. Menurut rencana, mereka akan
bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS).
"Kami konsisten menolak 500 TKA China di Sultra karena tidak sesuai ketentuan yang berlaku.
Di tengah pandemi Covid-19 dan sulitnya pekerjaan, pemerintah malah membuka pintu
kedatangan ratusan TKA China. Informasi yang kami terima, ada 239 pekerja asing tiba malam
ini," kata Sulkarnain, salah seorang koordinator aksi di simpang Bandara Haluoleo, Ko-nawe
Selatan, Selasa malam.
Sejak awal, menurut dia, pekerja asing di Sultra tidak pernah memenuhi ketentuan. Sebanyak
49 TKA China yang didatangkan PT VDNI dan PT OSS diketahui hanya memakai visa kunjungan,
bukan visa kerja. Namun, pihak imigrasi tidak menindaklanjuti kasus ini.
Kedatangan 500 TKA China juga dinilai tidak sesuai aturan. Selain tidak melalui karantina,
keahlian dan visa yang digunakan juga tidak jelas. Kedatangan ratusan pekerja asing ini juga
ditutup-tutupi sejak awal.
"Tuntutan kami sedari awal menolak kedatangan 500 TKA China dan deportasi yang sudah tiba.
Kedatangan pekerja ini melukai perasaan masyarakat yang sedang sulit karena pandemi Covid-
19," katanya.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sultra Sofyan mengatakan, pihaknya belum mendapat
informasi kedatangan tahap ketiga dari 500 TKA China yang akan datang di Sultra. Penyampaian
dari kantor pusat di Jakarta juga belum ada hingga Selasa sore. "Saya tidak tahu kalau tahap
ketiga akan tiba hari ini. Belum ada informasi juga dari pusat," ujarnya.
Sebanyak 261 TKA China telah tiba di Sultra dalam dua tahap kedatangan. Mereka kini berada
di kawasan perusahaan di Morosi, Konawe. Sebagian masih menjalani karantina yang dilakukan
perusahaan. Ratusan pekerja ini berangkat dari Guangzhou, transit di Malaysia, lalu masuk
melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara. Memakai pesawat
carteran, para pekerja lalu diterbangkan ke Bandara Haluoleo, Sultra.
Sebanyak 500 pekerja asal China diajukan oleh PT VDNI dan PT OSS sejak tiga bulan lalu.
Pemerintah menyetujui pengajuan tersebut dan dijadwalkan datang pada akhir April. Namun,
karena desakan masyarakat yang dalam situasi pandemi Covid-19, Pemprov Sultra bersama
DPRD Sultra lalu meminta agar kedatangan ratusan pekerja ini ditunda.
Belakangan, Pemprov Sultra membolehkan kedatangan para pekerja ini karena dianggap telah
memenuhi syarat dan diizinkan pemerintah pusat. Sebelumnya, External Affairs Manager PT
VDNI dan PT OSS Indrayanto menyebutkan, 500 pekerja ini merupakan pekerja ahli untuk
membangun smelter di dua perusahaan.
29

