Page 92 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 92

"Saat ini KSPI sedang mengonsolidasikan kaum buruh untuk melakukan aksi besar-besaran di
              seluruh wilayah Indonesia yang rencananya akan digelar serentak pada awal Agustus 2020,"
              ujar Presiden KSPI  Said Iqbal  dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2020).

              Said mengatakan, aksi tersebut akan diikuti ratusan ribu buruh dari seluruh Indonesia.

              Untuk wilayah Jabodetabek, aksi akan dipusatkan di Gedung DPR/MPR RI. Sementara itu, di
              daerah, dipusatkan di masing-masing kantor gubernur maupun DPRD provinsi.

              Ia menyampaikan, sejauh ini daerah yang sudah siap menggelar aksi antara lain Banten, Jawa
              Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Kepulauan Riau, Bengkulu, Aceh, Gorontalo, hingga
              Kalimantan Selatan.

              "Kemudian juga dilakukan di provinsi-provinsi lain," kata dia.

              Diberitakan sebelumnya, sejumlah konfederasi dan serikat buruh memutuskan mengundurkan
              diri dari tim teknis yang membahas Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja
              dalam unsur tripartit.


              Keluarnya  kalangan  buruh  dari  tim  teknis  yang  dibentuk  Kementerian  Ketenagakerjaan  itu
              disinyalir karena arogansi Apindo maupun Kadin.

              "Unsur  Apindo/Kadin  dengan  arogan  mengembalikan  konsep  RUU  usulan  dari  unsur  serikat
              pekerja dan tidak mau meyerahkan usulan konsep Apindo/Kadin secara tertulis," ujar Presiden
              Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  dalam  keterangan  tertulis  yang  diterima
              Kompas.com  , Selasa (14/7/2020).

              Semula,  tim  teknis  dibentuk  untuk  mencari  jalan  keluar  atas  buntunya  pembahasan  klaster
              ketenagakerjaan, termasuk menindaklanjuti kebijakan Presiden Jokowi dan Ketua DPR RI yang
              menunda pembahasan klaster ketenagakerjaan.

              Dari  unsur  serikat  buruh,  mereka  mewakilkan  15  anggotanya  dalam  tim  teknis  tersebut,  di
              antaranya dari KSPI, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat
              Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), hingga Federasi Serikat Pekerja Perkayuan dan Perhutanan
              Indonesia (FSP Kahutindo).

              Dalam perjalanannya, kata Said, tim ini bertemu untuk kali pertama pada Rabu (8/7/2020).

              Dalam  pertemuan  tersebut,  serikat  pekerja  yang  tergabung  di  dalam  Majelis  Pakerja  Buruh
              Indonesia (MPBI) menyerahkan satu konsep bersama draf sandingan  RUU Cipta Kerja  kepada
              pemerintah dan unsur Apindo maupun Kadin secara tertulis.

              Menurut  Said,  draf  itu  berisi  analisa  dan  pandangan  kalangan  buruh  mengenai  dasar
              penolakannya terhadap klaster ketenagakerjaan.

              Kemudian,  mengusulkan  agar  Undang-Undang  (UU)  Nomor  13  Tahun  2003  tentang
              Ketenagakerjaan  dijadikan  sebagai  perlindungan  kesejahteraan  yang  paling  minimal  bagi
              pekerja maupun buruh.

              Namun,  lanjut  Said,  saat  sidang  pertama  digelar,  secara  arogan  konsep  dan  draf  yang
              sebelumnya diserahkan kalangan buruh dikembalikan oleh unsur Apindo maupun Kadin.
              Hal  itu  diperparah  dengan  tidak  mampunya  Apindo  dan  Kadin  menunjukkan  konsep  yang
              mereka tawarkan atas pengembalian gagasan yang sebelumnya lebih dulu ditawarkan kalangan
              pekerja.



                                                           91
   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96   97