Page 93 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 93
"Ini menunjukkan Apindo/Kadin tidak memahami esensi pembahasan tripartit dan mengingkari
makna take and give yang pernah disampaikan oleh ketua umum mereka dalam rapat pertama.
Bahkan amanat Presiden Jokowi pun diabaikan," kata dia.
Selanjutnya, dalam pertemuan kedua pada Jumat (10/7/2020), Kadin dan Apindo menegaskan
bahwa pertemuan di dalam tim teknis tersebut tidak perlu ada keputusan dan kesepakatan.
Alasannya, karena tim tersebut hanya sekadar untuk memberikan masukan.
Menurut Said, pihak Apindo dan Kadin menyatakan bahwa rapat tim teknis tersebut bukan
perundingan para piha. Padahal, hasil pembahasan tim tersebut berupa rekomendasi untuk
Presiden Joko Widodo.
Di sisi lain, pernyataan Kadin dan Apindo juga diperburuk dengan sikap dari unsur pemerintah
yang diwakili Kementerian Ketenagakerjaan, yang menganggap tim teknis tersebut bukan
perundingan dan tidak perlu ada kesepakatan atau keputusan apapun.
Atas dasar itu, KSPI dan serikat buruh lainnya menolak sikap Apindo, Kadin, dan pemerintah
karena tidak sesuai semangat yang diamanatkan Jokowi, termasuk keinginan para buruh agar
RUU Cipta Kerja pada klaster Ketenagakerjaan tidak merugikan dan mengeksploitasi buruh.
Diketahui, DPR akan melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja pada Masa Persidangan IV
Tahun 2019-2020.
RUU Cipta Kerja sebelumnya sempat mandek setelah Presiden Jokowi memutuskan menunda
pembahasan klaster ketenagakerjaan..
92

