Page 111 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 MARET 2019
P. 111
Title MILENIAL BERHENTI KERJA KARENA NIKAH DENGAN TEMAN KANTOR
Media Name antaranews.com
Pub. Date 28 Maret 2019
https://www.antaranews.com/berita/817009/milenial-berhenti-kerja-karen a-nikah-
Page/URL
dengan-teman-kantor
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
MILENIAL BERHENTI KERJA KARENA NIKAH DENGAN TEMAN
KANTOR
budaya kerja yang selama ini menumbuhkan nilai positif agar dipertahankan terus
dan semakin ditingkatkan guna melahirkan inovasi-inovasi progresif bagi kemajuan
institusi Jakarta (ANTARA) - Jumlah pekerja usia milenial yang keluar dari BPJS
Ketenagakerjaan relatif kecil, yakni satu dari 78 persen pekerja usia milenial yang
sebagian besar mundur karena alasan menikah dengan teman kantor.
Direktur SDM dan Umum BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz usai menerima
penghargaan Positive Organizational Award 2019 di sebuah hotel di Jakarta Selatan,
Kamis malam, mengatakan saat ini terdapat 5.949 karyawan di badan publik
tersebut yang tiga persen di antaranya dari generasi lebih muda, yakni Gen Z.
Naufal memperkirakan dengan terbitnya aturan yang membolehkan nikah dengan
teman kerja, mungkin jumlah mereka yang mundur akan lebih kecil lagi.
Dalam diskusi di acara pemberian penghargaan tersebut muncul penilaian yang
didasarkan pada pengalamaan bahwa kaum milenial rata-rata tidak betah kerja lama
di suatu tempat. Biasanya mereka hanya bertahan 2-3 tahun, setelah itu mencari
kesempatan atau pengalaman kerja lebih baik di tempat lain.
"Ada anggapan, jangan berharap mereka akan bertahan di satu tempat kerja,
karena itu perusahaan harus bersiap untuk mencari penggantinya," katanya.
Ketika ditanya tentang faktor pendapatan yang menjadikan milenial BPJS
Ketenagakerjaan betah bekerja, Naufal mengatakan jika dibandingkan dengan
perusahaan sekelas, upah yang diterima milenial di BPJS Ketenagakerjaan tidak
terlalu menonjol.
"Mungkin lingkungan kerja, suasana yang dibangun menjadikan mereka betah
karena disesuaikan dengan kondisi mereka. Dalam pertemuan pekerja, mereka
dibaurkan antara 'baby bomers', Gen X, Y, dan Z agar menyatu," ujar Naufal.
Dalam penganugerahan yang diselenggarakan Majalah SWA, Asosiasi Psikologi
Positif Indonesia(AP2I), dan Himpunan Psikologi Positif Indonesia itu, menorehkan
catatan yang memuaskan bagi BPJS Ketenagakerjaan dalam implementasi "positive
organization" dengan menitikberatkan pada penilaian "positive meaning",
"communication", "relationship", "culture", "engagement", dan "accomplishment".
Page 110 of 124.

