Page 59 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2019
P. 59

Title          PRAKTIK PERDAGANGAN ORANG BERKEDOK BURUH MIGRAN BERHASIL DIBONGKAR
               Media Name     pikiran-rakyat.com
               Pub. Date      17 November 2019
                              https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2019/11/17/praktik-perdagang an-orang-
               Page/URL
                              berkedok-buruh-migran-berhasil-dibongkar
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               Satreskrim Polres Cianjur berhasil membongkar praktik dugaan perdagangan orang
               di sebuah vila di kawasan Puncak, Kabupaten Cianjur. Belasan korban yang
               ditemukan di lokasi, diketahui berasal dari berbagai daerah yang dijanjikan akan
               bekerja sebagai buruh migran.


               Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan dua orang tersangka berinisial
               AS (46) dan AS (47). Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan,
               keduanya merupakan pasangan suami istri yang merekrut belasan orang, termasuk
               seorang wanita paruh baya di dalamnya.

               "Pengungkapan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ini berdasarkan
               laporan masyarakat. Ada kecurigaan terhadap aktivitas di salah satu vila di sana,"
               kata dia, di Mapolres Cianjur, Sabtu, 15 November 2019.


               Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa pasangan itu melancarkan aksi dengan
               mencari dan merekrut para korban. setidaknya sudah ada 15 orang yang direkrut
               dan kemudian ditampung di vila. Menurut dia, korban berasal dari Cianjur, Cirebon,
               Karawang, Bandung Barat, Tasikmalaya dan Sukabumi. Bahkan, ada juga korban
               dari Banten dan Lombok Tengah.

               Rata-rata korban berusia 30-46 tahun dan seluruhnya merupakan wanita. Mereka
               dijanjikan akan dipekerjakan sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di sejumlah
               negara Timur Tengah dan Arab Saudi secara cuma-cuma.

               Juang mengungkapkan, para korban itu juga dijanjikan akan mendapatkan uang
               sebesar Rp 2 juta sebagai pinjaman. "Nantinya, korban ini membayar pinjaman itu
               dengan dipotong gajinya. Kalau mereka sudah bekerja di luar negeri nanti," ujar dia.


               Rencananya, mereka akan dikirim bekerja ke Timur Tengah dengan jalur ilegal.
               Berdasarkan pengakuan tersangka, mereka memalsukan dokumen ketenagakerjaan,
               identitas diri, dan domisili korban atau para calon buruh migran.




                                                       Page 58 of 211.
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64