Page 34 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 FEBRUARI 2020
P. 34

Dalam kesempatan ini, Ida juga menyerahkan bantuan masker bagi WNI di
               Singapura secara simbolis kepada Dubes Swajaya. Sebanyak 4.280 buah masker
               tersebut akan didistribusikan melalui bantuan KBRI di Singapura. "Ini adalah salah
               satu ikhtiar kita dalam mencegah penyebaran virus corona kepada WNI kita," ujar
               Ida.

               I Gede Ngurah Swajaya menambahkan, KBRI di Singapura terus melakukan update
               informasi, khususnya mengenai kondisi penyebaran virus corona kepada WNI
               melalui rilis,media sosial, jejaring informasi, dan sebagainya. Ia mengimbau WNI
               yang ada di Singapura, termasuk PMI, untuk selalu hati-hati dan waspada.

               "Jadi kami mengimbau untuk tetap tenang, situasinya sedang ditangani dan
               tertangani. Tetapi ketenangan itu juga harus diwaspadai," imbau Swajaya.

               Ia menambahkan, WNI yang tidak ada kebutuhan mendesak untuk menghindari
               tempat-tempat keramaian. Selain itu, seluruh WNI haruslah mengenakan masker,
               serta menjaga kebersihan seperti mencuci tangan dengan sanitasi. "Kita setiap hari
               memberikan imbaun dan memberikan kontak-kontak yang bisa dihibubungi secara
               langsung. Baik di Kementerian Kesehatan Singapura maupun lembaga-lembaga
               yang di Singapura, termasuk juga di KBRI Singapura," ujar Swajaya.

               Penempatan Langsung

               Selain membahas perkembangan penyebaran virus di Singapura, pertemuan antara
               Ida Fauziyah dengan Dubes Swajaya juga membahas mengenai direct hiring
               (penempatan secara langsung) PMI ke Singapura.

               Ia menjelaskan, perekrutan pekerja migran secara direct hiring tidak sesuai dengan
               Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran
               Indonesia (UU PPMI).

               Selain itu, kebijakan direct hiring yang diterapkan Pemerintah Singapura tersebut
               juga dinilai lemah dari sisi pelindungan, baik bagi pekerja migran maupun pember
               kerja (majikan).

               Ia pun mendorong Dubes RI di Singapura untuk mengajak atase ketenagakerjaan
               dari negara lain yang menempatkan pekerja migran di Singapura, untuk bersama-
               sama mendiskusikan kebijakan direct hiring tersebut.

               "Tujuannya adalah sama-sama melindungi. Melindugi PMI kita dari praktik-praktik
               yang tidak diinginkan. Dan pastinya juga melindungi calon-calon majikan
               Singapura," terang Ida.

               Plt. Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja, Kemnaker, Aris Wahyudi,
               menambahkan, UU PPMI memiliki semangat untuk melindungi PMI dengan
               memastikan kesiapan kompetensi, kesiapan mental dan bahasa, hingga kesiapan





                                                       Page 33 of 76.
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39