Page 148 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 148
positive - Pinisri (None) Pariwisata ini sangat menopang kehidupan UMKM, mohon agar wisata
segera dibuka kembali. Kalau wisatanya bagus dan taat protokol kesehatan, UMKM-nya juga
patuh, maka wisatawan maupun pelaku wisatanya juga sehat
Ringkasan
Usai terpukul dampak Pandemi Covid-19, perlahan tapi pasti pelaku Usaha Mikro Kecil dan
Menengah (UMKM) di Banyuwangi kembali menata diri untuk memulihkan kondisi usahanya di
era adaptasi kebiasaan baru atau new normal.
KISAH UMKM DARI BANYUWANGI KEMBALI BERGELIAT DI ERA NEW NORMAL
jatimnow.com - Usai terpukul dampak Pandemi Covid-19, perlahan tapi pasti pelaku Usaha
Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Banyuwangi kembali menata diri untuk memulihkan
kondisi usahanya di era adaptasi kebiasaan baru atau new normal.
Salah satu UMKM batik di Banyuwangi, Susiyati kini mulai kembali mempekerjakan sejumlah
karyawannya yang sebelumnya dirumahkan.
"Sejak akhir Market 2020, omset Susiyati melorot drastis, sampai 90 persen. Tamu-tamu luar
kota yang biasanya memadati galeri, sudah tidak ada lagi," kata Susiyati, pemilik usaha batik
Gondho Arum di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat.
Susi yang membuka usahanya sejak 2012 itu mengaku kondisi akibat pandemi ini adalah yang
terparah selama dia menjalankan usaha ini. Karena tidak ada orderan, dia bahkan sampai
merumahkan sementara karyawan-karyawannya.
"Dulu sebelum Covid-19, sebulan omset bisa Rp 100 juta. Empat bulan terakhir, susah dibilang.
Kami harus sabar menghadapi situasi ini," kata dia.
Kini, seiring mulai dijalankannya era adaptasi kebiasaan baru, pesanan batik mulai datang ke
tempatnya. Selama dua minggu terakhir, ratusan kain batik mulai dikerjakan Susiyati untuk
memenuhi orderan.
"Alhamdulillah, order sudah mulai datang. Dari seragam untuk pernikahan, juga ada pesanan
dari pelanggan luar kota. Walapun tidak sebanyak dulu, cukup membuat saya lega karena
karyawan sudah mulai bekerja kembali," ujar Susiyati.
Dia yakin kondisi ke depan semakin membaik, apalagi dengan sejumlah inovasi pengembangan
daerah yang telah disiapkan Pemkab Banyuwangi menyambut new normal.
"Saya optimistis bisa kembali tumbuh seperti dulu, keadaan akan semakin membaik," ujarnya.
Alfiyah, salah seorang pekerja batik juga mengaku bisa bernafas lega dengan kondisi yang mulai
membaik ini. Selama tiga bulan tidak ada order, praktis dia hanya berdiam diri di rumah.
"Ya saya harus berhemat selama tiga bulan kemarin. Waktu direkrut kembali untuk bekerja, hati
saya bungah sekali. Sudah tidak 'puasa' lagi," ujarnya.
Daya juang untuk kembali bangkit juga dirasakan Pinisri yang membuka usaha kuliner 'Sri Mulyo'
di Desa Sragi, Kecamatan Songgon.
Pinisri menutup warung makannya karena sepinya pelanggan sejak Maret lalu. Namun, usaha
kuliner olahan pangannya tetap dijalankan.
"Warung memang tutup, namun saya tetap produksi kue-kue kering. Ini cara saya agar
karyawan tetap bekerja, walaupun saya tahu penjualan hampir dipastikan seret," ujar Pinisri.
147

