Page 48 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 48

BP2MI UNGKAP BIRO TKI ILEGAL BERKANTOR DI APARTEMEN BOGOR

              Jakarta -  Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (  BP2MI  ) Benny Rhamdani
              mengungkap biro penyalur ilegal yang menampung  Pekerja Migran Indonesia  (PMI) di sebuah
              apartemen di  Bogor  , Jawa Barat.

              Hal itu terungkap usai pihaknya menggerebek Apartemen Bogor Icon pada Jumat (17/7) malam.
              Hasilnya, ada 19 PMI yang akan diberangkatkan oleh dua perusahaan tanpa izin secara ilegal
              ke Thailand. Temuan itu pun diserahkan ke Bareskrim Polri untuk ditindaklanjuti.

              Meski demikian, penggerebekan itu hanya dilakukan di tempat penampungan para calon PMI,
              sehingga tidak dapat menemukan secara langsung oknum yang terlibat.

              "Kami lakukan evakuasi dan dibawalah 19 calon PMI ini ke kantor BP2MI," kata Benny kepada
              wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (21/7).

              Dia menuturkan, kedua perusahaan yang mencoba untuk memberangkatkan pekerja migran itu
              adalah PT Duta Buana Bahari yang memiliki izin sebagai lembaga pelatihan keterampilan (LPK)
              dan PT Nadies Citra Mandiri yang hanya memiliki izin sebagai perusahaan travel.

              "Ini  bukanlah  perusahaan  yang  memiliki  izin  untuk  melakukan  perekrutan  dan  penempatan
              pekerja migran Indonesia yang harusnya izin setiap P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja
              Migran Indonesia)," lanjut dia.

              Berdasarkan keterangan para korban, kata Benny, mereka diminta membayar uang Rp25 juta
              untuk dipekerjakan di Thailand dalam bidang Perhotelan. Beberapa diantaranya dijanjikan untuk
              bekerja sebagai admin atau sebagai  marketing  .

              Menurutnya, temuan itu patut diduga sebagai tindak pidana lantaran ditemukan kontrak kerja
              yang hanya berlaku selama 3 bulan, sehingga tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

              "Penempatan kerjanya hanya berlaku untuk 3 bulan, Juli sampai dengan September. Padahal
              penempatan kerja itu minimal 2 tahun," ujar dia.

              Selain itu, keberangkatan para PMI telah molor beberapa waktu lantaran diduga sebagai upaya
              untuk menghindari endusan aparat penegak hukum terhadap pengiriman tersebut.

              Dia menuturkan, setidaknya sudah tiga kali perusahaan memindahkan lokasi penampungan para
              PMI selama menunggu waktu keberangkatan.

              "Nah  ini  juga  perpindahan  tempat  penampungan  ini  bisa  dicurigai  sebagai  modus
              menghilangkan jejak penciuman pihak-pihak lain," kata Benny.
              Terkait temuan itu, BP2MI meminta agar kepolisian dapat mengusut tuntas perkara itu. Kepala
              Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa
              pihak Bareskrim telah menerima laporan yang diserahkan.

              Termasuk, kata dia, sejumlah berita acara pemeriksaan yang dilakukan terhadap para korban
              di BP2MI. Berkas itu diketahui telah diterima oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim
              Polri.

              "Selanjutnya  akan  dipelajari  dan  apbila  memenuhi  unsur-unsur  tindak  pidana  akan
              ditindaklanjuti sampai ke jaringan-jaringannya," pungkas dia..





                                                           47
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53