Page 50 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 50

Ia mengatakan beberapa waktu lalu saat penerapan "new normal" atau adaptasi kebiasaan baru
              (AKB) diberlakukan, itu sekaligus menjadi masa pembukaan  Hotel  . Namun pada kenyataannya
              tutup kembali karena tidak adanya pengunjung, sementara  Karyawan  harus diupah. Diakuinya
              bahwa  tingkat  hunian  memang  sangat  anjlok, saat  ini  hanya di  angka 2-8  persen  sehingga
              konsekuensinya para  Karyawan  harus dirumahkan.

              Sementara jika tidak dirumahkan maka gaji mereka tetap akan dipangkas, hanya menerima di
              kisaran  25,  50  atau  75  persen.  "Mereka  memang  memilih  cenderung  dirumahkan,  karena
              mereka  berfikir  bahwa  jika  kondisi  normal  kembali  maka  akan  dipanggil  lagi.  Kita  untuk
              melakukan  PHK  (pemutusan hubungan kerja) juga kesulitan karena tidak ada uang untuk
              bayar pesangon," katanya.


              Pihaknya berharap peningkatan tingkat hunian di  Hotel  bisa bertumbuh hingga di angka 15
              pada akhir 2020, yang pada kondisi normal di kisaran 48-50 persen.

              "Pemerintah  harus  jalan  secara  simultan,  melakukan  penanggulangan  COVID-19  sekaligus
              menggerakkan ekonomi karena dengan hidupnya  Hotel  maka akan diikuti kehidupan pada 101
              UKM. Kita berharap pemerintah daerah dan pusat melakukan kegiatan di  Hotel  jika pemulihan
              sudah mulai membaik," kata Anggiat Sinaga.

              Terkait  tenaga  kerja  terdampak  COVID-19,  Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  Pemprov
              Sulsel merilis total pekerja terdampak COVID-19 sebanyak 15.485 orang dari 1.174 perusahaan
              se Sulsel per 21 Juli 2020.

              "Data ini bersumber dari 18 kabupaten/kota di Sulsel, enam kabupaten lainnya sampai saat ini
              belum mengkonfirmasi pekerja terdampak. Kita harapkan memang betul-betul tidak terdampak
              di wilayah itu," kata Kepala Bidang Hubungan Industrial (HI) Disnaker Sulsel, Akhryanto.
              Adapun rincian pekerja terdampak COVID-19 di Sulsel yakni total pekerja dirumahkan sebanyak
              14.740 orang dan 5.018 di antaranya tetap dibayarkan upahnya, selebihnya dirumahkan tanpa
              menerima upah sembari menunggu panggilan kembali bekerja. Sedangkan total pekerja yang
              PHK   sebanyak  745  orang  dari  10  kabupaten/kota di  Sulsel  dengan  angka tertinggi di  Kota
              Makassar  274  pekerja,  disusul  Kabupaten  Maros  200  pekerja  dan  Kabupaten  Pangkep  94
              pekerja.[].































                                                           49
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55