Page 103 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 JULI 2020
P. 103
Tak hanya perusahaan kecil, startup dan perusahaan mapan tak lepas dari gelombang PHK
akibat Pandemi COVID-19. Seperti Grab, Traveloka, Gojek, Ramayana. Beberapa maskapai juga
sudah memutus kontrak karyawannya seperti Garuda, Lion Air dan Air Asia.
Maraknya gelombang PHK ini membuat Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said
Iqbal langsung beraksi. Ia mengancam akan menggugat Gojek terkait PHK terhadap 430
karyawan startup lokal tersebut.
Said yang pernah menjadi caleg PKS dan kemudian pindah afiliasi ke Partai Gerindra itu menilai
proses PHK itu melanggar aturan.
"KSPI mendesak Gojek menghentikan PHK dan mempekerjakan kembai ke 430 karyawan. Kami
akan all out melakukan pembelaan terhadap buruh yang di PHK," ujar Said yang menyebarkan
press release di Jakarta (30/6/2020).
Namun langkah Said yang hanya mempersoalkan Gojek menjadi pertanyaan publik. Juru bicara
Partai Solidaritas Indonesia Guntur Romli melihat adanya keanehan dari manuver Said Iqbal.
Gun Romli, sapaan akrabnya, mengaku heran karena Said hanya garang terhadap PHK yang
dilakukan Gojek. Padahal, banyak perusahaan rintisan lainnya yang juga melakukan PHK
terhadap karyawannya akibat pandemi Virus Corona atau COVID-19.
"Banyak perusahaan khususnya perusahaan rintisan (startup) yang melakukan PHK dengan
alasan efisiensi dan agar survive, termasuk Gojek, Grab, Traveloka dan OYO," kata Gun Romli,
Selasa (30/6/2020).
Manuver Said yang menyerang startup anak negeri dan mengabaikan langkah PHK yang juga
dilakukan startup asing seperti Grab menimbulkan dugaan adanya pesanan.
"Anehnya, Said Iqbal hanya komentar soal PHK di Gojek, ada aroma kuat, pesanan di
pernyataan Saiq Iqbal," tegasnya.
Gun Romli menilai alasan Said memperkarakan PHK yang dilakukan Gojek terlalu berlebihan.
Menurutnya, dari informasi yang dia baca, Gojek dan juga perusahaan rintisan lain yang
melakukan PHK untuk menyelamatkan usaha akibat COVID-19 sudah sesuai aturan.
"Gojek memberi pesangon besar dan memenuhi hak-hak karyawan. Kenapa Said tidak
mempersoalkan PHK di tempat lain. Apa karena ini rintisan lokal, sementara yang asing mesti
di bela," pungkasnya.
Sebagai ketua KSPI, Said Iqbal terkenal sering melakukan manuver politik. Termasuk menekan
Presiden Joko Widodo dengan ancaman demo-demo besar jika permintaannya tak dikabulkan.
Contohnya menjelang penentuan Kabinet Baru Oktober tahun lalu, Said juga mendesak Presiden
terpilih Jokowi untuk memilih perwakilan buruh sebagai menteri Tenaga Kerja saat pertemuan
di Istana Bogor.
Tapi manuver Said itu tak mempan. Jokowi kemudian memilih Ida Fauziyah, Politisi dari Partai
Kebangsaan Bangsa untuk memimpin Kemenaker..
102

