Page 41 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 JULI 2020
P. 41

Menurut Manajer Program Pengembangan Keterampilan ILO Jakarta Tauvik Muhamad, Covid-
              19 akan menambah pengangguran di Indonesia yang bahkan sebelum pandemi angkanya 20,4
              persen atau sudah cukup tinggi dibandingkan rata-rata global.

              "Indonesia  memerlukan  integrasi  kebijakan.  Karena  di  satu  sisi,  tenaga  kerja  Indonesia
              didominasi pekerja sektor informal dengan pendidikan rendah tetapi faktanya kita terintegrasi
              dalam  pasar  bebas  dengan  digitalisasi  ekonomi  dan  automasi  industri,"  kata  Tauvik  dalam
              diskusi daring yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen, Rabu (1/7).
              Tantangan dalam penciptaan pekerjaan di masa normal baru, kata dia, yakni menyeimbangkan
              kebijakan di sektor kesehatan, ekonomi, dan sosial yang baru dapat dilakukan jika Indonesia
              telah berhasil melandaikan kurva penyebaran virus.

              "Ini memerlukan intervensi yang cukup melalui kolaborasi antara sekolah-sekolah keterampilan,
              pemerintah, dan industri. Di sisi lain kita juga harus memprioritaskan sektor-sektor mana yang
              bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak seperti pariwisata, jasa, dan manufaktur," ujar Tauvik.

              Lebih jauh Tauvik menuturkan bahwa penciptaan lapangan kerja merupakan suatu keharusan
              untuk mengakomodasi bonus demografi Indonesia yang diperkirakan terjadi pada 2030, saat
              jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan penduduk lansia atau usia sekolah.

              "Bonus demografi ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik karena jika tidak malah bisa menjadi
              bencana demografi yang memicu konflik sosial," kata dia.

              Di Indonesia, wabah Covid-19 telah mengakibatkan 2 juta hingga 3,7 juta pekerja dirumahkan
              dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso
              Monoarfa. Dari jumlah tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan RI mencatat baru 1,7 juta orang
              yang  terverifikasi  terdampak  mata  pencahariannya  akibat  penyakit  yang  disebabkan  virus
              korona baru itu. (OL-12).








































                                                           40
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46