Page 45 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 JULI 2020
P. 45

MENAKER IDA KAGUM BANYAK PEKERJA PEREMPUAN TERLIBAT PEMBUATAN
              BAJU APD HAZMAT

              Jakarta  Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah memberikan apresiasi kepada perusahaan di
              kawasan Pusat Industri Kecil (PIK) Pulogadung, Cakung, Jakarta Timur yang tak melakukan
              Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Menaker juga menyatakan kekagumannya karena banyak
              karyawan  pembuat  APD  Hazmat  dan  masker  di  kawasan  PIK  Pulogadung  dari  kalangan
              perempuan.
              "Saya  membuktikan  langsung  kelompok  usaha  ini  merekrut  banyak  perempuan,  juga  tidak
              melakukan  PHK  dan  merumahkan  pekerjanya  selama  masa  pandemi  Covid-19.  Ini  suatu
              kebanggaan tersendiri," ujar Menaker Ida.

              Menaker  Ida  mengatakan,  pihaknya  seringkali  meminta  perusahaan/dunia  usaha  agar
              menjadikan  kebijakan PHK  sebagai  langkah  terakhir  setelah  melakukan  segala  upaya dalam
              mengatasi dampak Covid-19.

              Dikatakan  Menaker  Ida,  saat  pandemi  Covid-19  ini,  PT  Mahasuri  Utama  yang  selama  ini
              mengekspor produksi garmennya ke kawasan Asia, langsung mengalihkan jenis produksi ke
              baju APD hazmat dan masker. Hasil produksinya pun kini banyak digunakan oleh para tenaga
              medis di seluruh Indonesia.

              "Pemerintah terus berupaya membantu perusahaan yang terdampak Covid-19 agar bisa tetap
              bertahan dan tidak melakukan PHK pekerjanya. Banyak program-program bantuan yang bisa
              dimanfaatkan pengusaha dan pekerja," kata Menaker Ida.

              Di masa pandemi ini, Menteri Ida menjelaskan, Kemnaker telah melakukan  extraordinary  dalam
              menangani  dampak  pandemi  Covid-19  seperti  mengurangi  perjalanan  dinas,    refocusing
              program, serta melakukan pengembangan perluasan kesempatan kerja bagi pekerja atau buruh
              yang terdampak Covid-19.

              "Kita  bantu  para  pekerja  yang  ter-PHK  dan  dirumahkan  melalui  kegiatan  padat  karya
              infrastruktur,  padat  karya  produktif,  Tenaga  Kerja  Mandiri,  Terapan  Teknologi  Tepat  Guna,
              Kewirausahaan, dan Tenaga Kerja Sukarela," ujar Menaker Ida.

              Menaker Ida menambahkan, di masa pandemi Covid-19, pelatihan di BLK dikhususkan kepada
              pekerja  terdampak,  baik  pekerja  ter-PHK  maupun  dirumahkan.  Selain  mendapat  pelatihan,
              pekerja ter-PHK dan dirumahkan yang mengikuti pelatihan juga mendapatkan insentif.

              "Anggaran insentif berasal dari biaya perjalanan-perjalanan dinas yang kita batalkan," katanya.

              Selain itu, hasil dari pelatihan di BLK bagi pekerja terdampak PHK dan dirumahkan tersebut
              didistribusikan  untuk  membantu  penanganan  dampak  Covid-19.  Produk  pelatihan  tersebut
              berupa masker,  hand sanitizer  , disinfektan, baju APD,  wastafel  ,  face shild  , peti jenazah,
              dan penyediaan makanan.

              Sementara  itu,  Ela,  salah  satu  pekerja  PT  Mahasuri  Utama  mengatakan  perusahaan
              mengalihkan  produksi  karena  selama  masa  pandemi  Covid-19,  perusahaannya  tak  bisa
              mengirimkan  hasil  produksi  garmen  berupa  baju  ke  luar  negeri.  Sebelum  masa  Covid-19,
              perusahaannya selalu mengekspor ke Asia, Amerika, dan Eropa.

              "Masih ada barang yang belum dikirim ke Qatar, Uni Emirat Arab. Karena tidak bisa mengirim
              barang ke luar, jadi untuk sementara kita mengerjakan baju hazmat untuk memenuhi kebutuhan
              tim medis Covid-19," ujar Ela yang bekerja di bagian produksi  cutting  ..



                                                           44
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50