Page 50 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 JULI 2020
P. 50
"Perlindungan kepada pekerja perempuan harus diutamakan, terlebih saat masa pandemi Covid-
19 ini," kata Menaker Ida saat melakukan Sosialisasi Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan
Anak serta Upaya Pencegahan Virus Covid-19 di Tempat Kerja, Rabu (1/7/2020) di Kawasan
PIK Pulogadung UPK-PPUMKMP, Jakarta Timur.
Menurutnya, perlindungan bagi pekerja perempuan harus diutamakan karena ketahanannya
dalam menjaga diri tidak sebaik pekerja laki-laki. Perlindungan sebagaimana dimaksud bukan
hanya dari perusahaan, tetapi juga dari pihak berwajib.
"Itu masih banyak cerita perempuan sebagai korban pelecehan seksual dan perbuatan asusila
saat kerja malam hari. Perlindungan tidak hanya diberikan oleh perusahaan, tetapi juga aparat
keamanan. Upaya menciptakan lingkungan yang aman menjadi kebutuhan bagi pekerja
perempuan," kata Menaker Ida.
Perusahaan juga diminta memastikan akses perlindungan kesehatan bagi pekerja perempuan
di tempat kerja, seperti hak cuti, istirahat haid, melahirkan, dan keguguran.
"Kasus-kasus seperti ini perusahaan harus memperhatikan kondisi fisiknya dengan memberikan
kesempatan kepada mereka untuk memulihkan kesehatannya," ucapnya.
Hal lain yang menjadi perhatiannya ialah pentingnya melindungi pekerja perempuan setelah
melahirkan dengan menyediakan ruang laktasi untuk menyusui.
Menaker Ida mengatakan, perlindungan kepada pekerja perempuan tidak boleh dijadikan beban
perusahaan, karena pekerja perempuan juga memiliki kelebihan dibanding laki-laki.
"Pengusaha jangan berpikir kalau mempekerjakan perempuan ada tanggung jawab ini itu. Setop
diskriminasi terhadap pekerja perempuan. Banyak sisi baik dari perempuan dalam bekerja,
diantaranya telaten, disiplin, dan cermat," jelasnya.
Dalam acara ini Menaker Ida memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker,
hand sanitizer , dan vitamin kepada pengelola dan pekerja di PIK Pulogadung UPK-PPUMKMP
Jakarta Timur..
49

