Page 54 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 JULI 2020
P. 54
"Perlindungan kepada pekerja perempuan harus diutamakan, terlebih saat masa pandemi
Covid-19 ini," ujar Menaker Ida dalam keterangannya Rabu (1/7/2020).
Menurutnya, pelindungan bagi pekerja perempuan harus diutamakan karena ketahanannya
dalam menjaga diri tidak sebaik pekerja laki-laki. Perlindungan sebagaimana dimaksud bukan
hanya dari perusahaan, tetapi juga dari pihak berwajib. Menaker mengungkapkan masih banyak
cerita perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual dan perbuatan asusila saat kerja
malam hari.
"Perlindungan tidak hanya diberikan oleh perusahaan, tetapi juga aparat keamanan. Upaya
menciptakan lingkungan yang aman menjadi kebutuhan bagi pekerja perempuan ," kata
Menaker Ida.
Perusahaan juga diminta memastikan akses perlindungan kesehatan bagi pekerja perempuan
di tempat kerja, seperti hak cuti, istirahat haid, melahirkan, dan keguguran.
"Kasus-kasus seperti ini perusahaan harus memperhatikan kondisi fisiknya dengan memberikan
kesempatan kepada mereka untuk memulihkan kesehatannya," ucapnya.
Hal lain yang menjadi perhatiannya ialah pentingnya melindungi pekerja perempuan setelah
melahirkan dengan menyediakan ruang laktasi untuk menyusui. Menaker Ida mengatakan,
perlindungan kepada pekerja perempuan tidak boleh dijadikan beban perusahaan, karena
pekerja perempuan juga memiliki kelebihan dibanding laki-laki.
"Pengusaha jangan berpikir kalau mempekerjakan perempuan ada tanggung jawab ini itu. Stop
diskriminasi terhadap pekerja perempuan . Banyak sisi baik dari perempuan dalam bekerja,
diantaranya telaten, disiplin, dan cermat," jelasnya..
53

