Page 59 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 JULI 2020
P. 59
"Saya membuktikan langsung kelompok usaha ini merekrut banyak perempuan, juga tidak
melakukan PHK dan merumahkan pekerjanya selama masa pandemi Covid-19. Ini suatu
kebanggaan tersendiri," ujar Menaker Ida.
Menaker Ida mengatakan, pihaknya seringkali meminta perusahaan/dunia usaha agar
menjadikan kebijakan PHK sebagai langkah terakhir setelah melakukan segala upaya dalam
mengatasi dampak Covid-19.
Menaker Ida Tinjau Pabrik Pembuatan Baju APD Hazmat (c)2020 Merdeka.com Dikatakan
Menaker Ida, saat pandemi Covid-19 ini, PT Mahasuri Utama yang selama ini mengekspor
produksi garmennya ke kawasan Asia, langsung mengalihkan jenis produksi ke baju APD hazmat
dan masker. Hasil produksinya pun kini banyak digunakan oleh para tenaga medis di seluruh
Indonesia.
"Pemerintah terus berupaya membantu perusahaan yang terdampak Covid-19 agar bisa tetap
bertahan dan tidak melakukan PHK pekerjanya. Banyak program-program bantuan yang bisa
dimanfaatkan pengusaha dan pekerja," kata Menaker Ida.
Di masa pandemi ini, Menteri Ida menjelaskan, Kemnaker telah melakukan extraordinary dalam
menangani dampak pandemi Covid-19 seperti mengurangi perjalanan dinas, refocusing
program, serta melakukan pengembangan perluasan kesempatan kerja bagi pekerja atau buruh
yang terdampak Covid-19.
Menaker Ida Tinjau Pabrik Pembuatan Baju APD Hazmat (c)2020 Merdeka.com "Kita bantu para
pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan melalui kegiatan padat karya infrastruktur, padat karya
produktif, Tenaga Kerja Mandiri, Terapan Teknologi Tepat Guna, Kewirausahaan, dan Tenaga
Kerja Sukarela," ujar Menaker Ida.
Menaker Ida menambahkan, di masa pandemi Covid-19, pelatihan di BLK dikhususkan kepada
pekerja terdampak, baik pekerja ter-PHK maupun dirumahkan. Selain mendapat pelatihan,
pekerja ter-PHK dan dirumahkan yang mengikuti pelatihan juga mendapatkan insentif.
"Anggaran insentif berasal dari biaya perjalanan-perjalanan dinas yang kita batalkan," katanya.
[hhw].
58

