Page 37 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 JULI 2020
P. 37
saat haid. Menurut dia, perlindungan bagi pekerja perempuan harus diutamakan karena
ketahanannya dalam menjaga diri tidak sebaik pekerja laki-laki.
Perlindungan kaum hawa tidak hanya dari perusahaan , tetapi juga dari pihak berwajib.
"Itu masih banyak cerita perempuan sebagai korban pelecehan seksual dan perbuatan asusila
saat kerja malam hari. Perlindungan tidak hanya diberikan oleh perusahaan, tetapi juga aparat
keamanan. Upaya menciptakan lingkungan yang aman menjadi kebutuhan bagi pekerja
perempuan," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (1/7/2020).
Perusahaan juga diminta memastikan akses perlindungan kesehatan bagi pekerja perempuan
di tempat kerja, seperti hak cuti, istirahat haid, melahirkan, dan keguguran.
"Kasus-kasus seperti ini perusahaan harus memperhatikan kondisi fisiknya dengan memberikan
kesempatan kepada mereka untuk memulihkan kesehatannya," ucapnya.
Hal lain yang menjadi perhatiannya ialah pentingnya melindungi pekerja perempuan setelah
melahirkan dengan menyediakan ruang laktasi untuk menyusui.
Kembali dia menambahkan, perlindungan kepada pekerja perempuan tidak boleh dijadikan
beban perusahaan. Karena pekerja perempuan juga memiliki kelebihan dibanding laki-laki.
"Pengusaha jangan berpikir kalau mempekerjakan perempuan ada tanggung jawab ini itu. Stop
diskriminasi terhadap pekerja perempuan. Banyak sisi baik dari perempuan dalam bekerja, di
antaranya telaten, disiplin, dan cermat," ujarnya.
36

