Page 33 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 JULI 2020
P. 33
Pasalnya, data Kemenaker menyebutkan bahwa jumlah pekerja yang terkena PHK hingga 2 Juni
2020 mencapai 3,05 juta jiwa.
Artinya, Gojek bukan satu-satunya yang merumahkan karyawan. "Banyak perusahaan
khususnya perusahaan rintisan (startup) yang melakukan PHK dengan alasan efisiensi dan agar
survive, termasuk Gojek, Grab, Traveloka dan OYO," kata Gun Romli, Selasa (30/6).
"Anehnya, Said Iqbal hanya komentar soal PHK di Gojek, ada aroma kuat, pesanan di
pernyataan Saiq Iqbal," tegasnya.
Gun Romli menilai alasan Said memperkarakan PHK yang dilakukan Gojek terlalu berlebihan.
Menurutnya, dari informasi yang dia baca, Gojek dan juga perusahaan rintisan lain, melakukan
PHK sesuai aturan yang berlaku.
"Gojek memberi pesangon besar dan memenuhi hak-hak karyawan. Kenapa Said tidak
mempersoalkan PHK di tempat lain. Apa karena ini rintisan lokal, sementara yang asing mesti
dibela," pungkasnya.
Untuk diketahui, Said mengancam akan menggugat Gojek terkait PHK terhadap 430 karyawan
startup lokal tersebut.
Said yang pernah menjadi caleg PKS dan kemudian pindah afiliasi ke Partai Gerindra itu menilai
proses PHK terhadap karyawan Gojek melanggar aturan.
"KSPI mendesak Gojek menghentikan PHK dan mempekerjakan kembai ke 430 karyawan. Kami
akan all out melakukan pembelaan terhadap buruh yang di PHK," ujar Said melalui keterangan
tertulis, Selasa (30/6).
(dil/jpnn)
32

