Page 29 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 JULI 2020
P. 29

KSPI KRITIK KERAS PHK GOJEK DIANGGAP ANEH PSI

              Jakarta  -  Gelombang  pemutusan  hubungan  kerja  (PHK)  terus  meluas.  Data  Kementerian
              Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  mencatat  sampai  2  Juni  2020,  pekerja  terdampak  PHK  dan
              dirumahkan mencapai 3,05 juta jiwa.

              Angka tersebut meningkat dari data sebelumnya, yaitu 3juta orang per 20 April 2020. Tak hanya
              perusahaan kecil, startup dan perusahaan mapan tak lepas dari gelombang PHK akibat Pandemi
              COVID-19.

              Seperti Grab, Traveloka, Gojek, Ramayana. Beberapa maskapai juga sudah memutus kontrak
              karyawannya  seperti  Garuda,  Lion  Air  dan  Air  Asia.  Maraknya  gelombang  PHK  ini  membuat
              Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal langsung beraksi.

              Said bahkan mengancam akan menggugat Gojek terkait PHK terhadap 430 karyawan startup
              lokal  tersebut.  Dinilainya,  proses  PHK  itu  melanggar  aturan.  "KSPI  mendesak  Gojek
              menghentikan PHK dan mempekerjakan kembai ke 430 karyawan. Kami akan all out melakukan
              pembelaan terhadap buruh yang di PHK," ujar Said dalam rilis, Selasa (30/6/2020).

              Juru  bicara  Partai  Solidaritas  Indonesia  (PSI),  Guntur  Romli  melihat  adanya  keanehan  dari
              manuver  Said  Iqbal.  Dia  mengaku  heran  karena  Said  hanya  garang  terhadap  PHK  yang
              dilakukan  Gojek.  Padahal,  banyak  perusahaan  rintisan  lainnya  yang  juga  melakukan  PHK
              terhadap karyawannya akibat pandemi Virus Corona atau COVID-19.

              "Banyak  perusahaan  khususnya  perusahaan  rintisan  (startup)  yang  melakukan  PHK  dengan
              alasan efisiensi dan agar survive, termasuk Gojek, Grab, Traveloka dan OYO," kata Gun Romli,
              Selasa (30/6/2020).

              Manuver Said yang menyerang startup anak negeri dan mengabaikan langkah PHK yang juga
              dilakukan startup asing seperti Grab menimbulkan dugaan adanya pesanan. "Anehnya, Said
              Iqbal hanya komentar soal PHK di Gojek, ada aroma kuat, pesanan di pernyataan Saiq Iqbal,"
              tegasnya.

              Gun Romli menilai alasan Said memperkarakan PHK yang dilakukan Gojek terlalu berlebihan.
              Menurutnya,  dari  informasi  yang  dia  baca,  Gojek  dan  juga  perusahaan  rintisan  lain  yang
              melakukan  PHK  untuk  menyelamatkan  usaha  akibat  COVID-19  sudah  sesuai  aturan.  "Gojek
              memberi pesangon besar dan memenuhi hak-hak karyawan. Kenapa Said tidak mempersoalkan
              PHK  di  tempat  lain.  Apa  karena  ini  rintisan  lokal,  sementara  yang  asing  mesti  di  bela,"
              pungkasnya.

              Sebagai  ketua  KSPI,  Said  akrab  dengan  manuver  politik. Termasuk  menekan  Presiden  Joko
              Widodo  dengan  ancaman  demo-demo  besar  jika  desakan  buruh  tidak  dikabulkan.  Misalnya
              jelang penentuan kabinet pada Oktober 2019, Said mendesak Presiden Jokowi untuk menunjuk
              perwakilan  buruh  sebagai  menteri  Tenaga  Kerja  saat  pertemuan  di  Istana  Bogor.  Namun
              manuver Said tidak mempan. Jokowi lebih memilih Ida Fauziyah, Politisi dari Partai Kebangsaan
              Bangsa untuk memimpin Kemenaker. [ipe].














                                                           28
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34