Page 6 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 JULI 2020
P. 6

LPSK MENDORONG KASUS PEMALSUAN SERTIFIKAT ABK DIKEMBANGKAN KE
              TPPO

              Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendorong kasus pemalsuan sertifikat anak
              buah kapal (ABK) yang berhasil diungkap Polda Metro Jaya dan Ke-menterian Perhubungan,
              dikembangkan kearah tindak pidana perdagangan orang (TPPO). '

              Diketahui,  Polda  Metro  Jaya  bersama  timSatgas  Kementerian  Perhubungan  menangkap  11
              orang yang diduga memalsukan 5.041 sgrtifikat keterampilan pelaut, yang dalam aksinya para
              tersangka melakukan akses ilegal terhadap situs resmi Kementerian Perhubungan. Hal tersebut
              diungkap dalam jumpa pers yang digelar di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/6).

              "LPSK berharap penyidik memproses hukum ke-11 tersangka tidak sebatas pada pemalsuan,
              atau Undang-Undang ITE
              karena  melakukan  akses  ilegal  saja,  tetapijuga  mengaitkannya  dengan  tindak  pidana
              perdagangan o-rang," ujar Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu dalam keterangan yang
              diterima di Jakarta, Minggu (28/6).

              LPSK menilai pemalsuan dokumen merupakan salah satu cara para pelaku TPPO mempermu-
              dah para korban untuk dipekerjakan.

              .  Edwin  mengatakan  perdagangan  orang  dimulai  sejak  proses  perekrutan,  di  mana  korban
              dijanjikan pekerjaan legal, majikan yang baik, dan penghasilan yang cukup, serta uang tali asih
              untuk  kelu-arga"Mereka  para  korban  kemudian  dibekali  dokumen  identitas  palsu,  KTP,  dan
              paspor," kata dia.

              Dia  menyebut  praktik  perdagangan  orang  sektor  perikanan  (ABK)  biasanya  melibatkan  dua
              pihak, yakni penyalur dan pihak perusahaa atau kapal penerima. Selain itu, kata dia, perbudakan
              pada sektor perikanan ini juga melibatkan banyak negara sehingga masuk ke dalam kategori
              kejahatan lintas negara.

              Edwin  mengungkapkan,  data  LPSK  sepanjang  2015-2019,  terdapat  122  korban  TPPO  yang
              dibekali dokumen palsu. Khusus ABK sektor perikanan, LPSK telah memberikan perlindungan
              kepada  232  korban  mulai  dari  tahun  2013-Juni  2020."Angka  ini  bukan  merupakan  jumlah
              keseluruhan dari korban peristiwa serupa," ujar dia.

              Dia menambahkan, korban TPPO mendapatku) atensi khusus dari LPSK karena merupakan satu
              dari delapan tindak pidana prioritas yang dimandatkan Undang-Un-dang Perlindungan Saksi dan
              Korban.

              Pada 2018, kata dia, terdapat 186 terlindung dari kasus TPPO, dan naik menjadi 318 terlindung
              pada  2019.  Angka  tersebut  menempatkan  kasus  TPPO  pada  posisi  empat  besar  jumlah
              terlindung LPSK pada 2019, setelah kasus kekerasan seksual anak, terorisme, dan pelanggaran
              HAM berat.

              Sementara  itu,  Wakil  Ketua  LPSK  Antonius  PS  Wibowo  menambahkan,  korban  TPPO  yang
              menjadi terlindung LPSK.berasal dari berbagai profesi, jenis kelamin dan usia, termasuk anak.

              Mereka  bekerja  di  berbagai  bidang,  seperti  pekerja  hiburan,  nikah  kontrak,  pekerja
              sekskomersil, perkebunan, penjualan organ tubuh, ABK dan la-inya, yang terjadi di dalam dan
              luar negeri.




                                                            5
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11