Page 85 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 JULI 2020
P. 85

dirumahkan  mencapai  sebanyak  3,05  juta  jiwa.  Angka  tersebut  meningkat  dari  data
              sebelumnya, yaitu 3 juta orang per 20 April 2020.

              Tak hanya perusahaan kecil, startup dan perusahaan mapan tak  lepas dari gelombang PHK
              akibat Pandemi COVID-19. Seperti Grab, Traveloka,  Gojek  , Ramayana. Beberapa maskapai
              juga sudah memutus kontrak karyawannya seperti Garuda, Lion Air dan Air Asia.

              Maraknya gelombang PHK ini membuat Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said
              Iqbal  langsung  beraksi.  Ia  mengancam  akan  menggugat    Gojek    terkait  PHK  terhadap  430
              karyawan startup lokal tersebut.

              Said yang pernah menjadi caleg PKS dan kemudian pindah afiliasi ke Partai Gerindra itu menilai
              proses PHK itu melanggar aturan.

              "KSPI mendesak  Gojek  menghentikan PHK dan mempekerjakan kembai ke 430 karyawan.
              Kami  akan  all  out  melakukan  pembelaan  terhadap  buruh  yang  di  PHK,"  ujar  Said  yang
              menyebarkan press release, Selasa (30/6).

              Namun,  langkah  Said  yang  hanya  mempersoalkan    Gojek    menjadi  pertanyaan  publik.  Juru
              bicara Partai Solidaritas Indonesia, Guntur Romli, melihat adanya keanehan rencana gugatan
              Said.
              Gun Romli, sapaan akrabnya, mengaku heran karena Said hanya garang terhadap PHK yang
              dilakukan  Gojek  . Padahal, banyak perusahaan rintisan lainnya yang juga melakukan PHK
              terhadap karyawannya akibat pandemi Virus Corona atau COVID-19.

              "Banyak  perusahaan  khususnya  perusahaan  rintisan  (startup)  yang  melakukan  PHK  dengan
              alasan efisiensi dan agar survive, termasuk  Gojek  , Grab, Traveloka dan OYO," kata Gun Romli,
              Selasa (30/6).

              Manuver Said yang menyerang startup anak negeri dan mengabaikan langkah PHK yang juga
              dilakukan startup asing seperti Grab menimbulkan dugaan adanya pesanan.


              "Anehnya,  Said  Iqbal  hanya  komentar  soal  PHK  di    Gojek    .  Ada  aroma  kuat  pesanan  di
              pernyataan Saiq Iqbal," tegasnya.

              Gun Romli menilai alasan Said memperkarakan PHK yang dilakukan  Gojek  terlalu berlebihan.
              Menurutnya,  dari  informasi  yang  dia  baca,    Gojek    dan  juga  perusahaan  rintisan  lain  yang
              melakukan PHK untuk menyelamatkan usaha akibat COVID-19 sudah sesuai aturan.

              "    Gojek    memberi  pesangon  besar  dan  memenuhi  hak-hak  karyawan.  Kenapa  Said  tidak
              mempersoalkan PHK di tempat lain. Apa karena ini rintisan lokal, sementara yang asing mesti
              di bela," pungkasnya..



















                                                           84
   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90