Page 92 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 DESEMBER 2019
P. 92

"SDI ini penting. Karena untuk mewujudkan pembangunan yang baik, akuntabel
               dan berkesinambungan sesuai cita-cita dan harapan rakyat, maka diperlukan satu
               data pembangunan. Satu data akan menjadi dasar dan bahan pertimbangan
               pemerintah atau stakeholder dalam mengambil suatu keputusan/kebijakan," ujar Tri
               Retno.

               Ditegaskan Tri Retno, implementasi satu data ketenagakerjaan menjadi hal
               fundamental dalam menentukan keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan. Satu
               data ketenagakerjaan juga akan mendorong pemenuhan prinsip-prinsip SDI
               terhadap data yang dihasilkan dari tugas dan fungsi urusan ketenagakerjaan sesuai
               UU Nomor 2003 tersebut, baik oleh instansi pusat maupun pemerintah daerah.

               "Selain menjadi hal fundamental dan faktor utama terciptanya ekosistem
               ketenagakerjaan yang terintegrasi dan terpadu, implementasi satu data juga akan
               mendorong dan membawa kita kepada budaya baru yakni budaya literasi data,"
               kata Tri Retno.

               Tri Retno menjelaskan budaya literasi data, yakni budaya terkait kemampuan
               membaca, menganalisis, dan membuat konklusi berpikir berdasarkan data-data
               yang ada. Budaya literasi juga budaya yang menghendaki keterukuran (fact based)
               berdasarkan data dalam merencanakan, mengkritisi dan mengevaluasi kebijakan
               serta menentukam target masa depan.

               "Budaya literasi adalah budaya dengan tradisi data driven dan kultur numerikal serta
               kultur data dalam menentukam target masa depan, merencanakan, melaksanakan
               dan mengevaluasi pembangunan," katanya.

               Sementara Kepala Pusdatin, M. Zuhri, menambahkan budaya literasi data akan
               membuat semua pihak menjadi melek data. Bukan hanya sekedar menjadikan data
               sebagai "aksesoris", dan seolah-olah sudah merasa hebat dan bangga jika sudah
               menampilkan data pada dashboard sistem informasi atau halaman depan dokumen
               perencanaan.

               "Lebih dari itu, budaya literasi mrnghendaki kita dapat membaca dan memahami arti
               data, untuk dijadikan acuan pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan.
               Dengan demikian keputusan dan kebijakam yang diambil akan berdasarkan bukti
               (evidence based)," katanya.


















                                                       Page 91 of 124.
   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96   97