Page 24 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 aGUSTUS 2019
P. 24

Title          BACAAN PENGAMAT: KARTU PRAKERJA MILIKI JOKOWI BERPOTENSI BERANTAKAN
               Media Name     wartaekonomi.co.id
               Pub. Date      20 Agustus 2019
                              https://www.wartaekonomi.co.id/read242274/bacaan-pengamat-kartu-praker ja-miliki-
               Page/URL
                              jokowi-berpotensi-berantakan.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative





               Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics anda Finance (Indef),
               Tauhid Ahmad mengatakan, rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk
               menjalankan program Kartu Prakerja pada 2020 mendatang dinilai terlalu prematur
               untuk direalisasikan. Ia mengatakan pelaksanaan Kartu Prakerja terlalu dini jika
               dilakukan pada 2020. Sebab, menurutnya, Kementerian Ketenagakerjaan masih
               memerlukan waktu untuk berkoordinasi dan menyamakan data terkini dengan
               beberapa lembaga lain untuk mnyaring data masyarakat yang berhak menerima
               kartu prakerja.

               "Jadi bangun database saja itu perlu waktu 1 sampai 2 tahun, karena kan harus
               melibatkan BPS untuk kartu Prakerja ini. Kemudian melibatkan industri terkait,
               industri yang memang akan mengalami PHK dan sebagainya, mereka harus melapor
               ke Kementerian Ketenagakerjaan, itu harus punya database," ucapnya kepada
               wartawan di Kantor INDEF di Jakarta, Senin (19/8/2019).
               Lanjutnya, ia menyebut Kartu Prakerja juga tidak bisa hanya diserahkan kepada
               Kementerian Ketenagakerjaan. Namun, harus harus melibatkan kementerian
               lainnya. Seperti, Kementerian pendidikan dan perindustrian.

               "Kartu prakerja tidak bisa diselesaikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, dia harus
               berelevansi dengan siapa yang melakukan pendidikan dan pelatihan. Itu tidak boleh
               dibebankan kepada BLK (Balai Latihan Kerja) saja, tetapi juga oleh Kementerian
               Pendidikan kemudian Kementerian Perindustrian dan sebagainya itu yang belum
               selesai," jelasnya.
               Selain itu, pemerintah juga harus menyiapkan database penerima kartu prakerja
               supaya tidak menjadi permasalahan ketika kartu tersebut telah diluncurkan.

               "Karena ini akan menjadi problem sosial yang akan meletup di kemudian hari kalau
               tanpa ada persiapan yang matang untuk kartu prakerja," tegasnya.

               Menurutnya, untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah harus mulai bertahap
               menyelesaikan beberapa kekurangan sebelum resmi menerbitkan Kartu Prakerja.
               Yakni, melakukan ujicoba serta melakukan validasi data yang telah dibuat
               pemerintah.
               "Terlalu dini menurut saya, bertahap boleh di 2020 tapi paling tidak pendataan ini
               harus dilakukan lebih dahulu. Verifikasi, ujicoba di sekian kota baru bisa meluas, tapi
               kalau belum ada ujicoba kartu prakerja, datanya belum dikonfirmasi, divalidasi,
               langsung meluas seluruh Indonesia ya menurut saya akan jadi berantakan nanti,"
               tukasnya.




                                                       Page 23 of 81.
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29