Page 43 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 APRIL 2020
P. 43
Title ANTISIPASI GELOMBANG MUDIK PEKERJA MIGRAN
Media Name tempo.co
Pub. Date 16 April 2020
Page/URL https://kolom.tempo.co/read/1332014/antisipasi-gelombang-mudik-pekerja -migran
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Wahyu Susilo Direktur Eksekutif Migrant CARE Eksodus pekerja migran Indonesia
dari Malaysia melintasi Selat Malaka setelah negara itu menerapkan Perintah
Kawalan Pergerakan (MCO) sejak 17 Maret lalu menarik perhatian Presiden Joko
Widodo. Presiden kemudian membuat rapat koordinasi khusus dengan para pejabat
terkait guna membahas kepulangan mereka. Rapat pada 31 Maret lalu itu
menghasilkan beberapa keputusan penting, termasuk penerapan protokol kesehatan
dalam proses kepulangan mereka, persiapan tempat karantina di Pulau Galang, dan
akses pekerja terhadap bantuan sosial.
Pekerja migran Indonesia sejatinya adalah korban pertama wabah Coronavirus
Disease 2019 (Covid-19). Mereka berada di kawasan episenter pertama Asia Timur
dan kapal-kapal pesiar yang banyak mempekerjakan anak buah kapal asal
Indonesia. Organisasi Buruh Internasional (ILO) juga menyatakan bahwa pekerja
migran merupakan sektor yang terkena dampak paling parah dari wabah Covid-19.
Pada fase pertama di episenter awal (Cina, Hong Kong, Makau, Taiwan, Korea
Selatan, Singapura, dan kapal pesiar), para pekerja migran Indonesia harus
berjibaku menghadapi virus ini sekaligus merasakan beban kerja yang bertambah.
Hampir sama sekali tidak ada uluran tangan negara pada waktu itu. Mereka yang
tidak berdokumen menjadi kelompok yang dikesampingkan dari langkah-langkah
kedaruratan yang diambil saat evakuasi warga negara Indonesia yang berada dalam
situasi terisolasi di Cina.
Majalah Tempo edisi 10-16 Februari 2020 menuliskan wawancara tentang situasi
tersebut. Alasan pekerja migran Indonesia di Cina tidak dievakuasi adalah statusnya
ilegal atau melanggar hukum. Seharusnya, sesuai dengan Protokol Kesehatan Covid-
19 yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tidak boleh ada tindakan
diskriminatif terhadap siapa pun dalam upaya penyelamatan manusia dari wabah
atas dasar status kewarganegaraan, ras, agama, gender, orientasi seksual, dan
pertimbangan segregatif lainnya.
Kerentanan yang dihadapi pekerja migran Indonesia, terutama yang tidak
berdokumen, sangat nyata terjadi ketika lockdown (MCO) diterapkan di Malaysia.
Kebijakan pembatasan mobilitas manusia itu membuat mayoritas mereka yang
berstatus sebagai pekerja upah harian dan mingguan kehilangan pekerjaan. Mereka
Page 42 of 179.

