Page 44 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 APRIL 2020
P. 44
kebanyakan bekerja di sektor konstruksi, restoran, dan transportasi. Sebagian di
antara mereka juga bekerja di perkebunan atau sebagai pekerja rumah tangga.
Situasi ini juga menyulitkan perwakilan RI dan organisasi masyarakat sipil
menyalurkan bantuan logistik kepada mereka. Selain oleh keterbatasan data, ruang
gerak untuk menjangkau pekerja migran tidak berdokumen dibatasi oleh aturan
keimigrasian yang ketat dari pemerintah Malaysia. Undang-Undang Imigrasi
melarang siapa pun memberikan layanan, apalagi memberikan tempat berlindung,
bagi para pekerja migran yang tidak berdokumen. Kementerian Sosial dan
Perempuan Malaysia juga memberikan syarat yang ketat bagi elemen non-negara
yang akan memberikan bantuan logistik kepada pekerja migran yang terkena
dampak MCO.
Dalam pemantauan Migrant CARE, dua pekan setelah penerapan MCO di Malaysia,
terjadi eskalasi masif arus keluar pekerja migran Indonesia melalui Selat Malaka.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Satuan Tugas Covid-19 Kepulauan Riau pada
18 Maret-8 April 2020, tercatat 38.839 pekerja migran Indonesia pulang melalui
Batam, Karimun, Tanjungpinang, dan Bintan. Sebagian besar di antara mereka tidak
berdokumen dan kehilangan pekerjaan sehingga harus pulang ke kampung
halaman. Sebagian lagi tidak berdokumen dan dideportasi setelah menjalani masa
hukuman. Eksodus ini tentu menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya penularan
virus corona.
Dalam situasi ini, hendaknya pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan
pemerintah Malaysia untuk menyingkirkan rintangan yang membatasi upaya
penjangkauan bantuan logistik kepada para pekerja migran yang terisolasi di tengah
lockdown. Selain itu, kedua negara memastikan Protokol Kesehatan Covid-19
dipatuhi dalam proses pengangkutan di moda transportasi kapal, baik saat
pemberangkatan maupun pendaratan. Protokol ini hendaknya berlaku hingga
mereka sampai ke kampung halaman.
Kepatuhan dan konsistensi dalam penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 ini akan
diuji ketika mengantisipasi pemulangan dan kepulangan pekerja migran menjelang
Ramadan dan Idul Fitri. Meskipun ada imbauan untuk tidak mudik, ribuan pekerja
dipastikan akan pulang kampung karena kehilangan pekerjaan dan habisnya kontrak
kerja. Menurut data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, pada April-Mei
2020, diperkirakan ada 37.075 pekerja migran yang pulang ke kampung halaman
karena kontrak kerja mereka tidak diperpanjang. Angka ini belum mencakup pekerja
migran yang kehilangan pekerjaan akibat penerapan MCO di Malaysia yang
diperpanjang hingga 30 April 2020.
Pemerintah pusat hingga pemerintah desa harus disiagakan mulai sekarang untuk
memastikan mereka pulang dengan selamat dan tetap berada dalam koridor
Protokol Kesehatan Covid-19. Mereka juga harus dipastikan bisa mendapatkan akses
ke skema jaring pengaman sosial yang dibuat untuk mengatasi wabah ini.
Page 43 of 179.

