Page 74 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 APRIL 2020
P. 74
Title RINCIAN THR TNI-POLRI DAN ASN, BERBEDA DARI TAHUN SEBELUMNYA, SIMAK DI SINI
Media Name tribunnews.com
Pub. Date 16 April 2020
https://www.tribunnews.com/bisnis/2020/04/16/rincian-thr-tni-polri-dan -asn-berbeda-
Page/URL
dari-tahun-sebelumnya-simak-di-sini
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
RINCIAN THR TNI-POLRI DAN ASN, BERBEDA DARI TAHUN SEBELUMNYA,
SIMAK DI SINI
Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menetapkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi
TNI-Polri dan ASN tetap akan cair. Akan tetapi, THR bagi TNI-Polri dan ASN eselon
III mengalami penurunan jumlah. Pemotongan THR TNI-Polri dan ASN eselon III ini
tidak lepas dari wabah virus corona yang melanda Indonesia.
Tidak semua aparatur sipil negara (ASN) bisa mendapatkan gaji ke-13 dan THR
tahun ini. Hanya TNI-Polri dan ASN eselon III ke bawah saja yang dipastikan berhak
dan akan mendapat tunjangan hari raya atau THR pada tahun ini. Menteri Keuangan
Sri Mulyani mengatakan keputusan ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko
Wododo.
"THR untuk ASN, TNI, dan Polri akan dibayarkan," ungkap Sri Mulyani seusai rapat
dengan Jokowi, Selasa (14/4/2020).
"Untuk ASN, TNI dan Polri seluruh yang posisinya sampai dengan eselon III ke
bawah," Sri Mulyani menambahkan. Selain itu, pensiunan juga tetap mendapat THR
.
"Pensiun juga tetap mendapatkan THR sesuai yang dilakukan pada tahun lalu," tutur
dia.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun menjelaskan soal komponen THR
tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini THR berupa gaji pokok plus
tunjangan melekat seperti tunjangan istri/suami dan anak. Namun tidak termasuk
tunjangan kinerja (tukin).
Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah memberikan pernyataan
perihal penyebab pengurangan THR dan gaji ke-13 ASN. Dalam paparannya ketika
rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2020), Sri Mulyani mengatakan,
pertimbangan pembayaran gaji ke-13 tersebut terkait dengan belanja pemerintah
yang mengalami tekanan.
Sebab, pemerintah secara jor-joran menggelontorkan insentif kepada dunia usaha
serta bantuan sosial untuk meredam dampak virus corona. Sri Mulyani menjelaskan,
akibat pandemik virus corona, pendapatan negara diperkirakan akan mengalami
kontraksi hingga 10 persen. Dengan perekonomian yang diperkirakan hanya tumbuh
2,3 persen hingga akhir tahun.
Page 73 of 179.

