Page 142 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 APRIL 2020
P. 142
Title PERINGATI MAY DAY, MPBI AKAN GELAR AKSI SOSIAL
Media Name investor.id
Pub. Date 29 April 2020
Page/URL https://investor.id/national/peringati-may-day-mpbi-akan-gelar-aksi-so sial
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) akan melakukan peringatan May Day atau
Hari Buruh pada 1 Mei 2020 dengan menggelar aksi sosial. Hal tersebut dilakukan
berbeda dengan perayaan-perayaan sebelumnya akibat pandemi Covid-19.
MPBI merupakan gabungan tiga konfederasi buruh terbesar dengan jutaan anggota,
yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat
Pekerja Indonesia (KSPI), dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia
(KSBSI).
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan, aksi May Day tahun ini akan
dilaksanakan berbeda. Menurutnya, akan banyak aksi kegiatan sosial yang akan
dilakukan.
"Kami ingin membuktikan bahwa buruh bukan hanya jago demo tapi juga punya
rasa empati dan kepedulian yang tinggi terhadap sesama," katanya dalam
konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (29/4).
Andi Gani mengungkapkan, ada banyak ragam kegiatan di antaranya membagikan
ribuan alat pelindung diri (APD) ke beberapa rumah sakit di Jabodetabek. Lalu, ada
pembagian hand sanitizer ke rumah sakit dan masyarakat.
"Nanti kami akan bergerak serentak. Di Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan lainnya
untuk membagikan ribuan APD. Bukti bahwa buruh peduli tenaga kesehatan yang
berada di garda terdepan penanganan Covid-19," ungkapnya.
MPBI juga sudah mengeluarkan surat instruksi kepada seluruh jajaran dengan total
40 federasi serikat pekerja untuk melaksanakan kegiatan sosial dalam merayakan
May Day.
Selain itu, lanjut Andi Gani, kegiatan penggalangan dana sosial bagi buruh yang
terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Adapun terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja, Andi
Gani mengapresiasi, keputusan Presiden Joko Widodo yang menunda pembahasan
sampai wabah Covid-19 ini selesai. Namun, Andi Gani meminta RUU Omnibus Law
klaster ketenagakerjaan itu disusun ulang dengan melibatkan semua pihak termasuk
buruh. Andi Gani menekankan, draf pasal yang merugikan buruh harus dibahas dari
awal.
Page 141 of 181.

