Page 155 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 APRIL 2020
P. 155

Title          MPR MINTA PEMERINTAH PERHATIKAN KELAS MENENGAH YANG RAWAN MISKIN
               Media Name     detik.com
               Pub. Date      29 April 2020
                              https://news.detik.com/berita/4996174/mpr-minta-pemerintah-perhatikan- kelas-
               Page/URL
                              menengah-yang-rawan-miskin
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive














               Jakarta  -  Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat minta pemerintah memperhatikan
               masyarakat kelas menengah yang terimbas wabah COVID-19. Gelombang
               pemutusan hubungan kerja (PHK), pemotongan penghasilan maupun kehilangan
               pendapatan membuat kelompok ini menjadi rentan secara ekonomi.


               "Kebijakan bantuan kepada kelompok masyarakat kelas menengah perlu dipikirkan
               karena mereka rentan kembali miskin setelah gelombang PHK menimpa para
               pekerja," ujar Lestari yang akrab disapa Rerie dalam keterangannya, Rabu
               (29/4/2020).

               Rerie menilai kelompok masyarakat kelas menengah, punya peran sebagai
               penopang perekonomian nasional. Data Bank Dunia menyatakan 115 juta orang
               Indonesia berada di kelas menengah atau hampir separuh dari total penduduk
               Indonesia yang jumlahnya di kisaran 260 juta.

               Kementerian Ketenagakerjaan per Senin (20/4/2020) bahkan mencatat 2,1 juta
               orang dari 116.370 perusahaan kena PHK dan dirumahkan sementara. Bila
               penanggulangan wabah COVID-19 memakan waktu yang lebih lama dari perkiraan,
               jumlah kelas menengah yang rawan miskin dinilainya akan terus bertambah.

               Diketahui, beberapa kebijakan sudah dikeluarkan pemerintah untuk kelas menengah
               dalam menghadapi dampak wabah COVID-19. Misalnya, pembebasan pembayaran
               Pajak Penghasilan (PPh) bagi pekerja yang diperluas tidak hanya pada sektor
               manufaktur tetapi juga ke 18 sektor usaha lain.


               "Namun dampak wabah COVID-19 berpotensi memukul lebih dalam kelompok
               masyarakat kelas menengah. Dan melihat jumlah masyarakat kelas menengah yang
               cukup besar, kiranya perlu dipikirkan mekanisme pemberian bantuan bagi mereka
               juga," ungkapnya.

               Rerie lalu merujuk beberapa keluhan kelas menengah seperti biaya listrik non-
               subsidi, biaya pendidikan di sekolah swasta yang menjadi tanggungan mereka,
               termasuk pinjaman di bank.





                                                      Page 154 of 181.
   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160