Page 105 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 JUNI 2020
P. 105

Ida menjelaskan angka 1,79 juta pekerja yang dirumahkan atau terkena PHK
               diketahui dari hasil pendataan yang dilakukan oleh Kemenaker bersama BPJS
               Ketenagakerjaan.


               "Data ini sudah diketahui jelas by name by address," ujar Ida.

               Sementara perinciannya adalah, sebanyak 1.058.284 pekerja sektor formal
               dirumahkan pada saat terjadi pandemi corona, hingga 27 Mei 2020. Adapun pekerja
               sektor formal yang terkena PHK pada kurun waktu yang sama sebanyak 380.221
               orang. Selain itu, ada sebanyak 34.179 calon pekerja migran yang gagal
               diberangkatkan serta 465 pemagang yang dipulangkan.


               Ida menyarankan sektor-sektor industri yang kembali beroperasi pada masa New
               Normal merekrut para pekerja yang dirumahkan atau terkena PHK tersebut. Dia
               mengklaim 1,79 juta pekerja punya keterampilan dan pengalaman bekerja.

               "Mereka dapat langsung bekerja sesuai keahliannya dan tidak perlu mengadakan
               pelatihan kerja lagi. Ini tentu menguntungkan perusahaan untuk meningkatkan
               produktivitas," kata dia.

               Ida mengklaim Kemenaker sudah berupaya mengotimalkan program BLK dan
               memberikan insentif pelatihan berbasis kompetensi dan produktivitas senilai Rp500
               ribu perorang, guna menanggulangi dampak pandemi corona.

               "Insentif berasal dari refocusing anggaran dan diwujudkan dalam bentuk pelatihan
               di BLK dengan menerapakan protokol kesehatan Covid-19. Program ini untuk
               mengantisipasi pekerja yang ter-PHK maupun dirumahkan namun belum ter-cover
               oleh Kartu Pakerja," tambah Ida.

               Selain itu, ia melajutkan, Kemenaker juga melaksanakan program padat karya
               infrastruktur, padat karya produktif, Tenaga Kerja Mandiri (TKM), dan
               pengembangan kewirausahaan melalui program Teknologi Tepat Guna (TTG).
               Program-program itu diperuntukkan bagi para pekerja yang terdampak pandemi,
               pekerja migran yang gagal berangkat atau dipulangkan, serta para pekerja dari
               sektor umkm.

               Pada akhir Mei kemarin, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita
               mengatakan setiap industri yang kembali beroperasi di tengah pandemi harus
               menerapkan protokol kesehatan, seperti aturan physical distancing.

               "Dengan penerapan protokol kesehatan seperti aturan physical distancing, industri
               melakukan penyesuaian karyawannya hingga 50 persen," kata Agus, pada Kamis
               (28/5/2020).

               Menurut dia, perlu ada penyesuaian kebijakan dan target dengan situasi terkini,
               terutama karena kondisi sektor manufaktur sedang mengalami tekanan besar.
               Kenormalan baru dalam industri manufaktur dapat berpengaruh pada aspek
               produktivitas hingga daya saing.




                                                      Page 104 of 115.
   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110