Page 106 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 JUNI 2020
P. 106
Title MENAKER MINTA PERUSAHAAN REKRUT KEMBALI PEKERJA YANG DI-PHK
Media Name republika.co.id
Pub. Date 02 Juni 2020
https://republika.co.id/berita/qbaz0u423/menaker-minta-perusahaan-rekr ut-kembali-
Page/URL
pekerja-yang-diphk
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jelang penerapan kenormalan baru atau New Normal Menteri Ketenagakerjaan
(Menaker), Ida Fauziyah, meminta para pengusaha merekrut kembali pekerja atau
buruh yang di-PHK dan dirumahkan akibat pandemi Covid-19. Ia berharap langkah
ini dapat mengurangi angka penggangguran dan memperluas kesempatan kerja
baru.
"Kita harapkan penerapan new normal bisa menggerakkan roda perekonomiam,
sehingga para pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan bisa diprioritaskan untuk
kembali bekerja, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan di tempat kerja
secara ketat," ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam siaran pers
yang diterima Republika.co.id, Selasa (2/6).
Menurut Ida, merekrut ulang para pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan memiliki
keuntungan tersendiri bagi pengusaha. Mereka telah memiliki keterampilan yang
sesuai dengan kebutuhan perusahaan, memiliki pengalaman kerja, serta mengenal
budaya kerja di perusahaan. Mereka juga langsung bisa bekerja sesuai keahliannya
dan tidak perlu mengadakan pelatihan kerja (training) lagi.
Berdasarkan data Kemnaker per 27 Mei 2020, pekerja sektor formal yang
dirumahkan sebanyak 1.058.284 pekerja dan pekerja sektor formal yang ter-PHK
380.221 pekerja. Sedangkan pekerja sektor informal yang terdampak 318.959
pekerja. Terdapat 34.179 calon pekerja migran yang gagal diberangkatkan serta
465 pemagang yang dipulangkan. Total pekerja yang terdampak pandemi Covid-19
sebanyak 1.792.108 pekerja.
"Ini adalah data yang telah melalui proses cleansing antara Kemnaker dan BPJS
Ketenagakerjaan. Data ini sudah diketahui jelas by name by address," jelas Ida.
Lanjut Ida, selama ini Kemnaker telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga
daya beli masyarakat di tengah pandemi. Di antaranya optimalisasi program BLK
untuk penanganan dampak pandemi Covid-19 dan insentif pelatihan berbasis
kompetensi dan produktivitas sebesar Rp 500 ribu per orang.
Insentif ini berasal dari refocusing anggaran dan diwujudkan dalam bentuk pelatihan
di BLK dengan menerapakan protokol kesehatan Covid-19.
Page 105 of 115.

