Page 57 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 MEI 2020
P. 57
tidak berangkat dan sebagainya. Meski begitu, dengan data yang dikirim tersebut,
kami jauh lebih siap," terang Ganjar.
Untuk mengantisipasi gelombang PMI tersebut, pihak bandara telah memperketat
protokol kesehatan.
Di antaranya adalah menerapkan physical distancing dalam antrean, serta
menyediakan penyekat antar calon penumpang yang mengarahkan mereka pada
mesin pengecek suhu otomatis.
Nantinya, semua PMI yang tiba di Jateng menjalankan karantina di BPSDM Jateng
sambil menunggu jemputan dari pemerintah daerah masing-masing.
"Kami siapkan ruangan cukup banyak, mereka akan kami pisahkan mana yang
sudah rapid test , mana yang reaktif, agar saat dijemput kabupaten/kota bisa
dilakukan tindakan tertentu. Kami harap semuanya sehat," tandasnya.
Repatriasi PMI ini juga dilakukan melalui jalur laut. Di Pelabuhan Tanjung Emas
Semarang, misalnya, sudah ada 21 orang yang tiba di Jateng.
"Skemanya sama, kami terapkan protokol kesehatan yang ketat. Ada penjagaan
juga di pelabuhan, ada dari Disnaker, Pemkot, KKP dan lainnya. Semua mengikuti
standar yang sudah ditetapkan," kata Ganjar.
Lebih lanjut, sejumlah PMI pun telah berada di Jateng sebelum gelombang
kepulangan PMI tersebut. Hingga Kamis lalu (14/5/2020), sudah ada 1.124 PMI asal
Jateng yang kembali menggunakan jalur udara dan turun di Bandara Soekarno-
Hatta.
Selain itu, ada pula PMI yang mudik melalui lintas batas negara sebanyak 59 orang
dan pelabuhan Tanjung Emas sebanyak 21 orang.
"Juga Jumat lalu, ada 69 repatriasi dari Dili Timor Leste, sudah mendarat di Bandara
Juanda. Mereka sudah rapid test dan sudah kami siapkan tiga bus untuk membawa
mereka ke Jateng," imbuhnya.
Ganjar menegaskan, semua PMI yang pulang ke Jateng harus menjalani karantina
minimal 14 hari. Untuk itu, Ganjar meminta kabupaten/kota untuk menyiapkan
kebutuhan karantina itu.
"Semua harus karantina minimal 14 hari di tempat masing-masing. Kabupaten/kota
hingga desa wajib menyiapkan tempat karantina itu agar semua aman," tutupnya.
Page 56 of 130.

