Page 61 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 MEI 2020
P. 61
Title 205 PERUSAHAAN DI JAKARTA DITUTUP HINGGA KEMARIN
Media Name sinarharapan.co
Pub. Date 19 Mei 2020
https://www.sinarharapan.co/metropolitan/read/17486/205_perusahaan_di_
Page/URL
jakarta_ditutup_hingga_kemarin
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA - Hingga Senin (18/5/2020), Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi
(Disnakertrans-E) DKI Jakarta mencatat ada 1.222 perusahaan melanggar
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di ibu kota (meningkat dari 1.213
perusahaan pada Jumat 15 Mei 2020).
Berdasarkan data Disnakertrans-E DKI Jakarta yang diterima di Jakarta, Senin
malam, dari jumlah tersebut ada 205 perusahaan atau tempat kerja yang ditutup
sementara (sebelumnya 202 perusahaan), karena tidak termasuk ke dalam kategori
11 jenis usaha yang dikecualikan berdasarkan Pergub Nomor 33 Tahun 2020 dan
tetap melakukan kegiatan usahanya di tengah PSBB yang saat ini masuk hari ke-36
pemberlakuannya.
Sebanyak 205 perusahaan yang ditutup tersebut, tersebar di lima wilayah, yakni 33
perusahaan di Jakarta Pusat, 51 perusahaan (sebelumnya 48 perusahaan) di Jakarta
Barat, 37 perusahaan di Jakarta Utara, 33 perusahaan di Jakarta Timur dan 51
perusahaandi Jakarta Selatan dengan jumlah pekerja sebanyak 17.230 orang
(sebelumnya 17.096 orang).
Selain perusahaan yang ditutup sementara, ada 308 perusahaan (sebelumnya 307
perusahaan) lain yang diberi peringatan dan diberikan pembinaan karena belum
melaksanakan protokol kesehatan secara menyeluruh. 308 perusahaan ini juga
termasuk yang ada di luar 11 sektor dikecualikan dalam Pergub 33/2020, namun
memiliki izin operasi dari Kementerian Perindustrian.
Perusahaan pemilik Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) dari
Kementerian Perindustrian yang diberi peringatan itu, tersebar di Jakarta Pusat lima
perusahaan, Jakarta Barat 75 perusahaan (sebelumnya 74 perusahaan), Jakarta
Utara 102 perusahaan, Jakarta Timur 109 perusahaan dan Jakarta Selatan 17
perusahaan. Kesemuanya, secara total memiliki pekerja sebanyak 56.456 orang
(meningkat dari 56.410 orang).
Sementara itu, ada juga perusahaan atau tempat kerja yang termasuk 11 sektor
dikecualikan, yang diberi peringatan atau pembinaan dikarenakan belum
melaksanakan seluruh protokol kesehatan yang ditentukan. Dari hasil sidak, ada 709
perusahaan (naik dari 704 perusahaan) jenis ini yang melakukan pelanggaran.
Page 60 of 130.

