Page 103 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 JANUARI 2020
P. 103

Title          PENYUSUNAN RUU OMNIBUS LAW TETAP AKOMODASI KEPENTINGAN TENAGA KERJA
               Media Name     investor.id
               Pub. Date      12 Januari 2020
                              https://investor.id/business/penyusunan-ruu-omnibus-law-tetap-akomodas i-kepentingan-
               Page/URL
                              tenaga-kerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan upaya penyusunan Rancangan
               Undang Undang (RUU) / Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dibahas secara
               komprehensif dengan memperhatikan kepentingan seluruh pihak.
               "Walaupun tujuan RUU ini adalah menciptakan lapangan kerja melalui
               pengembangan investasi tetapi pelindungan bagi pekerja tetap diperkuat," ucap Ida
               dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (11/1).
               Mengenai isu yang beredar tentang Serikat Pekerja dan Serikat Buruh yang tidak
               dilibatkan dalam dialog perumusan omnibus law ini dan hanya dari pengusaha saja
               yang dilibatkan. Ida mengatakan hal itu mutlak tidak benar.
               "Tentu kita mendengarkan masukan dari unsur Tripartit Nasional yang terdiri dari
               unsur pekerja, pengusaha dan pemerintah," ucap Ida.
               Ia mengatakan salah satu isi pembahasan omnibus law adalah pekerja dengan
               hubungan kerja berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau pekerja
               kontrak, dipastikan mendapatkan hak dan pelindungan yang sama dengan pekerja
               tetap atau Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT). Hak tersebut antara
               lain: hak atas upah, jaminan sosial, pelindungan keselamatan dan kesehatan kerja,
               dan hak atas pengakhiran atau putusnya hubungan kerja.
               Adapun pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tetap mendapatkan
               kompensasi PHK sesuai ketentuan.
               "Selain menerima kompensasi PHK, pekerja ter-PHK mendapat pelindungan jaminan
               sosial berupa Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)," ucap Ida.
               Selain itu, sistem Upah Minimun (UM) tetap ada dalam omnibus law. Dimana UM
               hanya berlaku untuk pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun.
               Perusahaan juga diwajibkan menerapkan Struktur dan Skala Upah untuk pekerja
               dengan masa kerja di atas 1 tahun. Adapun, besaran upah di atas UM disepakati
               antara pekerja dan pengusaha.
               "Upah minimum tetap ada sebagai jaring pengaman dan tidak dapat ditangguhkan,"
               terang Menaker.
               Omnibus law juga akan membuat waktu kerja menjadi lebih fleksibel, dimana
               pekerja dan pengusaha diberikan keleluasaan dalam menyepakati waktu kerja. Hal
               ini untuk memfasilitasi jenis pekerjaan tertentu yang sistem waktu kerjanya di
               bawah 8 jam per hari atau 40 jam per minggu.
               "Ini untuk jenis pekerjaan tertentu. Bagaimana dengan pekerjaan yang ingin 8 jam
               per hari atau 40 jam per minggu? Tetap ada, hanya kami memfasilitasi fleksibilitas
               jam kerja," ucap Ida.





                                                      Page 102 of 175.
   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108