Page 75 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 JANUARI 2020
P. 75
Tidak sampai di situ, SBMI pun terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak seperti
Kementerian Luar Negeri RI, KBRI Riyadh, Duta Besar RI untuk Arab, Badan
Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan
lain-lain untuk mempercepat pemulangan Sri ke kampung halamannya di Sukabumi.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun terus berkoordinasi dan membantu
pemulangan pekerja migran ini serta memantau perkembangannya khususnya
kesehatannya karena Sri mengalami cedera pinggul yang cukup parah akibat
terjatuh di kamar mandi.
Menurutnya, Sri berangkat ke Arab Saudi untuk bekerja pada 2008 lalu dan
dikontrak selama dua tahun namun, belum habis masa kontrak kerjanya ia
melarikan diri dari rumah majikannya dan bekerja dari satu tempat ke tempat yang
lain. Selama dalam pelariannya TKW ini bekerja di berbagai sektor dan pada 2010
visa kerjanya habis tetapi tetap bertahan hingga 2019.
"Selama masa pemulihan di KBRI Riyadh kami selalu mendampingi Sri agar syarat
admistrasinya bisa lengkap dan berkat kerjasama tim ia bisa pulang hanya dalam
beberapa bulan saja bahkan sampai di Sukabumi pun pekerja migran ini juga
mendapatkan pendampingan dari SBMI Sukabumi," tambahnya.
Sri berangkat dari KBRI Riyadh pada 7 Januari 2020 dan tiba di Bandara Soekarno
Hatta pada 8 Januari dan langsung dibawa ke kampung halamannya. Setelah
sampai, pahlawan devisa ini juga mendapatkan perhatian dari Pemkab Sukabumi
khususnya Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A)
Kabupaten Sukabumi.
Ia pun sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Palabuhanratu dan dari
hasil rongent tulang pinggulnya retak yang menyebabkan sulit untuk beraktivitas.
Kemudian pihak P2TP2A pun memintanya untuk menjalani terapi pengobatan untuk
menyembuhkan cederanya itu bahkan seluruh pembiayaannya akan ditanggung.
Tapi, Sri memilih ingin menjalani terapi di rumahnya dan menolak menjalani
pengobatan di rumah sakit serta membuat surat menolak fasilitas yang sudah
disiapkan untuknya dengan berbagai alasannya.
Ketua P2TP2A Kabupaten Sukabumi Yani Hamami mengatakan pihaknya selalu
memantau informasi terkait keberadaan pekerja migran asal kabupaten terluas di
Pulau Jawa dan Bali ini serta berkoordinasi dengan SBMI jika ada permasalahan.
Sosialisasi pun terus dilakukan kepada warga agar tidak memilih bekerja di luar
negeri karena risikonya banyak dan harus meninggalkan keluar di kampung
halamannya. "Kami pun mempunyai berbagai program untuk mantan atau purna
TKW salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi dan pelatihan keterampilan,"
katanya.
Pewarta: Aditia Aulia Rohman Editor: Kunto Wibisono COPYRIGHT (c)2020 .
Page 74 of 175.

