Page 229 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 MARET 2021
P. 229

Selain aksi besar-besaran, kata Mirah, serikat buruh di berbagai daerah juga akan mengirimkan
              surat resmi kepada Kementerian Ketenagakerjaan agar opsi penundaan atau pencicilan THR tak
              diambil. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, juga menyatakan akan
              menolak jika THR diberikan secara dicicil atau ditunda pembayarannya. KSPI dan buruh berharap
              pembayaran THR harus 100 persen dan tidak dicicil karena pemerintah sudah bilang ekonomi
              mulai membaik



              Ringkasan

              Pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi pegawai perusahaan swasta pada tahun ini boleh jadi
              masih  akan  terhambat  lantaran  dampak  pandemi  Covid-19  ke  dunia  usaha  belum  mereda.
              Pemerintah membuka opsi kebijakan THR Idul Fitri 2021 ini boleh ditunda atau dicicil seperti
              2020 lalu.



              PENCAIRAN THR KARYAWAN SWASTA BERPOTENSI MOLOR LAGI, BURUH MENOLAK

              Pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi pegawai perusahaan swasta pada tahun ini boleh jadi
              masih  akan  terhambat  lantaran  dampak  pandemi  Covid-19  ke  dunia  usaha  belum  mereda.
              Pemerintah membuka opsi kebijakan THR Idulfitri 2021 ini boleh ditunda atau dicicil seperti 2020
              lalu.
              Potensi terhambatnya pembayaran THR ini salah satunya disampaikan Ketua Himpunan Peritel
              dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah. Dia menyebut,
              kondisi sektor usaha khususnya di operasional dan keuangan masih belum pulih dari dampak
              pandemi Covid-19.
              "Kalau pengusaha bisa membayar (THR) dicicil itu sangat menolong menyambung napas agar
              perusahaan  tetap  masih  bisa  bertahan  sampai  pandemi  selesai,"  kata  Budihardjo  kepada
              Lokadata.id, Rabu (17/3/2021).

              Menurut Budiharjo, dampak pandemi terhadap sektor usaha cukup beragam. Mereka yang paling
              terpukul yakni sektor fesyen, ritel, hiburan dan restoran. Pendapatan usaha di sektor ini masih
              di angka 40-50 persen dari kondisi normal.

              Sedangkan, sektor usaha lain yang disinyalir mulai bangkit dengan pendapatan 70-80 persen ini,
              di  antaranya:  supermarket,  toko  obat,  dan  beberapa  restoran.  "Perlu  proses  untuk  balik  ke
              normal. Karyawan-karyawan masih harus kami panggil kembali, juga memantau perkembangan
              program vaksinasi," katanya.

              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah sebelumnya  mengatakan, pemerintah telah menyiapkan
              kebijakan  THR  di  masa  pemulihan  ekonomi  ini.  Namun,  dia  tidak  memerinci  bagaimana
              pelaksanaan kebijakan tersebut di tahun ini.

              Kepada    Lokadata.id.  Direktur  Eksekutif  Asosiasi  Persepatuan  Indonesia  (Aprisindo),  Firman
              Bakrie  juga  mengatakan,  sektor  usahanya  juga  masih  mengalami  masa  sulit.  Menurutnya,
              pembayaran THR akan disesuaikan kemampuan masing-masing perusahaan.

              "Kami mau membangun iklim yang sehat. Pertama, kebijakan THR kami akan kembalikan ke
              kemampuan perusahaan. Kedua, kita minta agar adanya komunikasi antara perusahaan dan
              karyawan terkait ini," kata Firman.





                                                           228
   224   225   226   227   228   229   230   231   232   233   234