Page 38 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 MARET 2020
P. 38
Title RUU CIPTA KERJA, HIMPUNI SEGERA BERIKAN MASUKAN KONKRET
Media Name beritasatu.com
Pub. Date 04 Maret 2020
https://www.beritasatu.com/nasional/601525/ruu-cipta-kerja-himpuni-seg era-berikan-
Page/URL
masukan-konkret
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (HIMPUNI) akan
memberikan masukan kongkret, dan rinci atas RUU Cipta Kerja kepada Presiden RI
dan DPR RI dalam waktu dekat. Masukan tersebut meliputi apa yang sudah tepat,
apa yang perlu diperjelas, maupun apa yang tidak tepat menurut sistem peraturan
perundangan Indonesia.
HIMPUNI selama ini sudah melakukan pembahasan selama delapan kali diskusi
melibatkan lebih dari 35 narasumber dari berbagai macam latar belakang dan
melibatkan 25 organisasi alumni PTN. Banyaknya paradigma baru yang
diperkenalkan dalam RUU Cipta Kerja perlu ditanggapi secara jernih dan hati-hati
karena mengundang banyak komentar di masyarakat, baik yg positif maupun
negatif.
Ketua Presidium III HIMPUNI yang juga merupakan ketua IKA Universitas
Diponogoro Maryono mengatakan, diskusi ini merupakan sumbangsih para alumni
dan bagian dari partisipasi publik yang nanti akan disampaikan ke DPR dan juga ke
pemerintah sebagai masukan dalam pembahasan RUU Cipta Kerja.
"Kita butuh peraturan yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi agar bisa
bersaing sebagai bangsa pemenang, namun juga harus seimbang bagi semua
pemangku kepentingan," tambahnya.
Ketua Tim Omnibus Law HIMPUNI Andre Rahadian mengatakan semua isi pasal
dalam RUU Cipta Kerja ini dibahasa secara rinci pasal demi pasal, ayat demi ayat,
dan membandingkannya dengan UU terdampak dan juga praktek yang ada.
"Harapannya apa yang nanti kami akan sampaikan merupakan masukan kongkret,
rinci dan sesuai dengan peraturan perundangan untuk mengakomodasi tujuan
dibuatnya RUU Cipta Kerja ini," kata Andre yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni UI
(ILUNI UI).
Diskusi telah dilaksanakan sebanyak delapan kali dimulai sejak 6 Februari sampai
dengan tanggal 3 Maret 2020 dengan membahas sesuai cluster dalam RUU Cipta
Kerja, mulai dari konsep Omnibus, penyederhanaan perizinan, kemudahan
berusaha, ketenagakerjaan, UMKM, riset dan inovasi, administrasi, pengendalian
lahan sampai dengan kawasan ekonomi. Diskusi ini melibatkan perwakilan
pemerintah, pakar, akademisi, lembaga swadaya masyarakat dan pelaku usaha.
Page 37 of 105.

