Page 42 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 MARET 2020
P. 42

Title          OMNIBUS LAW BANYAK PENOLAKAN, GERINDRA PASTIKAN TAK AKAN BERTINDAK
                              GEGABAH
               Media Name     jpnn.com
               Pub. Date      04 Maret 2020
               Page/URL       https://www.jpnn.com/news/omnibus-law-banyak-penolakan-gerindra-pastik an-tak-
                              akan-bertindak-gegabah
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative















               JAKARTA  - Ketua Kelompok Fraksi Gerindra di Badan Legislasi DPR RI, Heri
               Gunawan mengemukakan pandangannya terkait RUU Omnibus Law Cipta Kerja
               yang telah diserahkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi ke Senayan.


                Politikus yang beken disapa Hergun, sendiri masih bertanya-tanya apakah RUU
               sapu jadat yang dimunculkan Jokowi pada pidato kenegaraan yang lalu di Parlemen,
               sebuah terobosan atau justru sumber kegaduhan baru. Hal ini tidak terlepas dari
               banyaknya penolakan dari publik.


                "Keberadaan RUU Omnibus Law Cipta Kerja banyak mendapatkan kritik dan
               penolakan. Sementara ini, penolakan terbesar datang dari buruh," ucap Hergun saat
               ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (3/3).


                Penolakan buruh dinilai cukup beralasan karena banyak hal yang mereka
               khawatirkan: hilangnya ketentuan UMK, pesangon yang kualitasnya rendah dan
               tanpa kepastian, pemakaian tenaga alih daya atau outsourcing yang semakin
               mudah, sanksi pidana bagi perusahaan yang melanggar aturan dihapuskan.

                Selain itu juga masalah jam kerja yang eksploitatif, karyawan kotrak akan sulit
               menjadi pegawai tetap, penggunaan tenaga kerja asing, termasuk, buruh kasar
               semakin bebas. Bahkan, perusahaan akan mudah melakukan pemutusan hubungan
               kerja atau PHK karyawan, hingga hilangnya jaminan kesehatan dan pensiun.

                "Petani pun melontarkan penolakanya, bahwa RUU Cipta Kerja berbahaya untuk
               sektor pertanian karena menyetarakan produk pangan lokal dan impor," kata
               Anggota Komisi XI DPR ini.

                Selanjutnya, beberapa kepala daerah memprotes penyusunan aturan tersebut yang
               tidak partisipatif dengan daerah. Menurutnya proses pembahasan omnibus law tidak
               transparan, ekslusif, dan tidak partisipatif.

                Penolakan yang tak kalah dahsyat datang dari para pengamat yang menyatakan
               bahwa Pasal 170 RUU Cipta Kerja akan melahirkan pemerintahan yang ototiter




                                                       Page 41 of 105.
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47