Page 44 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 MARET 2020
P. 44
Title BELUM ADA MORATORIUM PENGIRIMAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA
Media Name jawapos.com
Pub. Date 04 Maret 2020
https://www.jawapos.com/jpg-today/04/03/2020/belum-ada-moratorium-peng iriman-
Page/URL
pekerja-migran-indonesia/
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memastikan hingga saat ini
belum ada moratorium pengiriman pekerja migran ke luar negeri terkait dengan
penyebaran virus korona (Covid-19).
"Kita belum ada kebijakan moratorium, tapi mencegah. Artinya, agak menahan diri,
lihat situasi di sana. Kan kita yang bisa on langsung jalan atau enggak kan dari
badan ini," kata Kepala Biro Hukum dan Humas BP2MI Sukmo Yuwono di
Purwokerto, Jawa Tengah, seperti dilansir dari Antara pada Rabu (4/3).
Sukmo mengatakan, pemerintah melalui perwakilan-perwakilan di luar negeri selalu
mengimbau kepada seluruh pekerja migran untuk hati-hati. "Tidak hanya
mengimbau, pemerintah kita juga memberikan masker secara gratis. Mereka yang
mempunyai hari libur, bisa dipergunakan bisa enggak. Artinya, kita mengimbau
untuk menghindari kerumunan-kerumunan," kata Sukmo.
Sampai saat ini, lanjut Sukmo, pekerja migran Indonesia yang sudah positif terkena
virus korona adalah pekerja di Singapura. Namun saat ini, sudah dinyatakan
sembuh. "Nah sekarang, kita tinggal memantau yang di Taiwan dan Hongkong.
Sampai saat ini belum ada konfirmasi ada pekerja migran Indonesia yang kena virus
korona di negara-negara Asia Pasifik itu. Cuma kita harus hati-hati, terutama Korea
nih. Korea kan sedang mengganas," katanya.
Untuk pemantauan terhadap pekerja migran yang baru pulang ke tanah air, Sukmo
mengatakan, sedang melakukan kerja sama dengan kementerian kesehatan dan
imigrasi. "Sebenarnya tidak begitu berat, hanya pengecekan suhu tubuh. Tapi yang
penting adalah dari sananya. Sebelum mereka pulang, pemerintah kita melalui
perwakilan-perwakilan kita memantau apakah benar-benar ada PMI kita yang akan
pulang atau masih bekerja di sana terkontaminasi virus ini, kepulangan mereka
selalu dipantau," ujar Sukmo.
Menurut dia, pihaknya sudah melakukan upaya deteksi dini, misalnya jika ada
pekerja migran Indonesia di Korea ada yang terkena virus korona, tidak akan kirim
pekerja migran ke negara itu. "Tapi kita sudah seleksi sekitar 23 ribu orang, kalau
kita memang belum meminta untuk disetop, ya Pemerintah Korea masih membuka
untuk datang," kata Sukmo.
Page 43 of 105.

