Page 63 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 JANUARI 2019
P. 63
tsunami dan likuifaksi, lalu tsunami Selat Sunda, rata-rata korban yang menjadi peserta BPJS
Ketenagakerjaan kecil sekali, yakni 3-5 persen. "Artinya, kesadaran perusahaan dan pekerja
untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan masih sangat rendah," ujar Krishna.
Dia mencontohkan, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 31 Desember
2018, tsunami Selat Sunda yang menyebabkan 437 orang meninggal dunia, 16 orang hilang,
yang terdata menjadi peserta BPJS Ketenaggakerjaan hanya 23 orang saja.
Begitu juga dengan pekerja seni, dimana dua kelompok band menjadi korban dan tak satu
pun yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Kecelakaan bisa terjadi kepada siapa saja dan dimana saja, serta atas pekerja atau profesi
apa saja, tak terkecuali pekerja seni. Dia mengimbau agar serangkaian musibah yang terjadi
menyadarkan pengusaha dan pekerja untuk memikirkan risiko celaka, kematian, hari tua dan
pensiun agar hidup lebih sejahtera dan berkualitas.
"Semoga ke depannya perlindungan dan manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan dapat dirasakan
oleh seluruh masyarakat pekerja di Indonesia. Saya berharap santunan yang kami sampaikan
ini dapat mengurangi beban ahli waris serta dapat dijadikan modal awal untuk menata
kembali kehidupan pasca musibah yang menimpa," kata Krishna.
Page 62 of 65.

